Filep Karma ditemukan warga meninggal dunia di pantai Bse G, Jayapura pada Selasa pagi (1/11) sekitar pukul 07:00 WIT.
Menurut Kapolresta Jayapura Kombes Victor Mackbon seperti dikutip dari Antara, jasad Filep Karma sudah dievakuasi di RSUD Jayapura.
Victor menjelaskan bahwa pihaknya saat ini melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Filep Karma sendiri ditemukan seorang warga yang hendak menyelap menangkap ikan.
Dari hasil identifikasi korban diketahui bernama Filep Karma (62), warga Dok V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.
Menurut Victor, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban yang ditegaskan dalam surat pernyataan penolakan autopsi.
Kabar wafarnya Filep Karma jadi sorotan sejumlah media asing. Salah satu media asing, ucanews.com menuliskan bahwa Karma ialah pejuang kemerdekaan Papua.
"Orang Papua berduka atas meninggalnya pahlawan kemerdekaan mereka," tulis media asing tersebut.
"Karma, 63 seorang Kristen yang taat, salah satu tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan rakyat Papua. Dia telah menjadi tahanan politik selama lebih dari satu dekade," papar ucanews.
Dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari ucanews, putri Karma, Audrey Karma mengatakan bahwa wafat sang ayah karena tenggelam.
Baca Juga: Aktivis Filep Karma Ditemukan Meninggal di Pinggir Pantai, Ini Profil Lengkapnya
"Putrinya mengatakan dia telah meninggal karena 'tenggelam' sambil menepis rumor yang beredar di media sosial dengan menyatakan tidak perlu lagi ada rumor atau hoax yang beredar, ini murni kecelakaan,"
Pastor Bernard Baru, ketua komisi keadilan perdamaian dan keutuhan Ordo Agustinus di Papua mengatakan kematian Karma adalah kehilangan besar bagi orang Papua.
Sementara itu laporan asiapacificreport.nz menuliskan bahwa Filep Karma ialah sosok ayah bagi orang Papua.
"Dia adalah sosok ayah bagi orang Papua Barat dan dihormati oleh banyak orang Indonesia. Dia lembut, penuh kasih, berani dan penuh kebijaksanaan," tulis Veronica Koman di akun Twitternya.
Berita Terkait
-
Aktivis Filep Karma Ditemukan Meninggal di Pinggir Pantai, Ini Profil Lengkapnya
-
Selidiki Penyebab Kematian Filep Karma, Polresta Jayapura Gandeng Komnas HAM
-
Keluarga Filep Karma Tolak Autopsi Jenazah, Hasil Visum Tidak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan
-
Ratusan Warga Lakukan Pawai Penjemputan Jenazah Filep Karma, Aktivis Kemerdekaan Papua
-
Amnesty International Indonesia Minta Negara Selidiki Penyebab Kematian Filep Karma
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Hangout Makin Kece dengan Sontek 4 Ide Daily OOTD ala Karina aespa Ini!
-
Banjir Cuan, 3 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Finansial Mulai 3 Mei 2026
-
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
-
Strategi Metropolitan Land Mengelola Risiko di Tengah Dinamika Properti
-
Tiga Gagasan Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang Dipertanyakan Penerapannya
-
5 Pilihan Cushion Pixy yang Tahan Lama, Bisa Samarkan Flek Hitam
-
Novel The Barn Identity: Misteri Kerangka Manusia di Dalam Lumbung
-
Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri
-
Nikmati Sensasi Kuliner Hemat di Penyetan Cok dengan Promo Spesial BRI
-
Bedak Two Way Cake yang Awet Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya dengan Harga di Bawah Rp50 Ribu