Bahasa Sunda termasuk ragam dari banyak bahasa daerah di Indonesia. Bahasa Sunda memiliki beberapa tingkatan dalam pemilihan dan penuturannya.
Ada bahasa Sunda lemes atau halus, bahasa Sunda loma (akrab) hingga bahasa Sunda kasar. Bahasa Sunda halus penggunaannya saat kita berbicara dengan orang yang lebih tua atau belum dikenal.
Sementara bahasa Sunda kasar digunakan saat berbicara dengan teman seusia atau orang yang sudah cukup akrab, pun dengan Sunda loma. Salah menggunakan bahasa Sunda yang kasar atau halus bisa membuat seseorang tersinggung.
Belakangan publik ramai dengan kritik yang disampaikan oleh seorang guru honorer di Cirebon kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Si guru Muhammad Sabil Fadhilah yang akhirnya dipecat dari pekerjaannya itu menggunakan kata 'maneh' saat menuliskan kritik di akun Instagram Ridwan Kamil.
"Dalam zoom ini, maneh teh keur jadi gubernur jabar ato kader partai ato pribadi (Dalam zoom ini, kamu lagi jadi gubernur jabar atau kader partai atau pribadi @ridwankamil???" tulis Sabil.
Mengutip dari Undak-Usuk Basa yang menjadi pedoman berbahasa Sunda, maneh termasuk dalam kategori bahasa loma atau akrab. Penggunaan bahasa Sunda ini kepada orang yang lebih tua dianggap keliru.
Berikut 20 bahasa Sunda halus dan artinya
1. Abdi
Baca Juga: Trending Video Wanita Joget yang Diburu Warganet di Twitter, Banyak Dugaan yang Bikin Geleng Kepala
Kata "abdi" pasti sangat sering terdengar. Sebab, Abdi berarti saya.
2. Anjeun atau Salira
Anjeun atau salira berarti Anda atau kamu.
3. Neda atau Tuang
Neda atau Tuang memiliki arti makan. Biasanya, neda diucapkan untuk diri sendiri, sedangkan tuang diucapkan untuk lawan bicara.
4. Ical
Ical memiliki dua arti, yaitu jual dan hilang. Namun, kata ical lebih umum disebutkan untuk konteks berjualan atau berdagang.
5. Sami atau Sarupi
Sama dengan ical, kata sami atau sarupi juga memiliki dua arti, yaitu sama atau seperti. Kata sami merupakan balasan saat lawan bicara mengucapkan terima kasih.
6. Sawangsulna
Sawangsulna berarti sebaliknya. Kata ini juga kerap muncul saat lawan bicara mengucapkan terima kasih.
7. Pangéstu, atau Damang
Pangéstu atau Damang memiliki arti sehat. Kata ini amat sering muncul di awal percakapan, terutama saat baru berjumpa kembali setelah sekian lama.
8. Nuhun
Nuhun berarti terima kasih.
9. Atos atau Parantos
Dalam Bahasa Indonesia, atos atau parantos artinya sudah.
10. Leres
Leres memiliki arti betul. Kata ini dapat berdiri sendiri atau digabungkan seperti "leres-leres".
11. Badé atau Seja
Badé atau seja memiliki arti mau atau akan. Kata ini merupakan salah satu yang paling sering diucapkan oleh masyarakat Sunda.
12. Budak atau Murangkalih
Budak atau murangkali memiliki arti anak. Biasanya, digunakan dengan konteks anak yang masih kecil.
13. Sadaya
Dalam Bahasa Indonesia, sadaya berarti semua. Biasanya orang Sunda menambahkan imbuhan "na" di belakangnya agar artinya menjadi "semuanya"
14. Kedah
Kedah memiliki arti harus. Kata ini merupakan versi lemes dari kudu.
15. Bantun atau Candak
Bantun atau candak memiliki arti bawa. Bantun biasanya diucapkan ketika konteksnya adalah diri sendiri, sedangkan candak diucapkan ketika subjeknya adalah orang lain.
16. Hilap
Hilap memiliki arti lupa. Kedua kata ini merupakan versi lemes dari poho.
17. Damel
Damel berarti kerja. Dalam Bahasa Sunda Kasar, damel biasa diganti dengan kata gawé.
18. Dangu
Dalam Bahasa Indonesia, dangu artinya dengar.
19. Janten
Janten memiliki arti jadi. Meski sering diucapkan, banyak orang kurang familiar dengan kata ini lantaran kata jadi dalam Bahasa Sunda kasar juga jadi.
20. Tiasa
Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, tiasa berarti jadi.
Tag
Berita Terkait
-
Sabil Guru Honorer yang Dipecat Gegara "Maneh" Ternyata Pernah Dekat Dengan Ridwan Kamil
-
Warganet Singgung Senjata Ridwan Kamil 'Pinned Comment' Berujung Doxing untuk Hadapi Serangan Kritik
-
Apa Arti 'Maneh'? Sebutan Guru di Cirebon ke Ridwan Kamil yang Berakhir Pemecatan
-
Duh! SMK Telkom Cirebon Pecat Guru Sabil Gegara Bilang 'Maneh' ke Ridwan Kamil
-
SMK Telkom Cirebon Buka Pintu Usai Pecat Guru Pengkritik RK, Sabil: Saya Gak Enak
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!
-
Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung
-
Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru
-
Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek
-
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
-
Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya
-
Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21