Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid santer digosipkan bakal jadi bakal calon wakil presiden Anies Baswedan. Nama Yenny Wahid mengemuka jadi bakal calon wapres Anies Basweda, setelah calon presiden dari Partai Nasdem ini kasih kode kriteria pendampingnya.
Yenny Wahid sendiri tegasknya bahwa sampai saat ini ia enggan menanggapi soal gosip politik itu. Menurutnya, ia masih berkomunikasi dengan sejumlah tokoh politik.
"Saya belum mau menjawab, saya komunikasi dengan semua tokoh-tokoh partai, tokoh-tokoh politik,” ungkap Yenny Wahid, dikutip dari tayangan Kompas TV.
Kekinian, Anies Baswedan pun tak mau merespon lebih jauh gosip politik bahwa Yenny Wahid bakal jadi pendampingnya pada Pemilu 2024.
Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid adalah putri kedua pasangan Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah. Ia memiliki kakak Alisa Wahid dan dua adik, Anita Wahid dan Inayah Wahid.
Sebagai anak Presiden ke-4, Yenny Wahid yang lahir di Jombang, Jawa Timur ditempa dengan pola pendidikan Nahdlatul Ulama.
Tak mengherankan jika pola pikirnya tidak jauh dengan ayahnya yang lebih mengedepankan Islam yang moderat dan membawa pesan damai.
Lulus dari SMAN 28 Jakarta pada 1992, Yenny menempuh studi Psikologi di Universitas Indonesia. Namun di UI, Yenny tak sampai lulus.
Atas saran Gus Dur, ia pindah ke Universitas Trisakti mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Setelahnya, Yenny melanjutkan studi administrasi publik di Universitas Harvard.
Baca Juga: Punya Gagasan Kementerian Perkotaan, Anies Baswedan Jiplak Konsep Negeri Vrindavan?
Di kariernya, Yenny Wahid ternyata pernah menjadi wartawan. Yenny bertugas sebagai reporter di Timor-Timur dan Aceh. Ia menjadi koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne) antara tahun 1997 dan 1999.
Bahkan, liputannya mengenai Timor Timur pasca referendum mendapatkan anugrah Walkley Award.
Dalam perjalanan kariernya, Yenny Wahid juga kerap diterpa hal kontroversial. Di era Presiden SBY, Yenny tiba-tiba mundur sebagai staf khusus bidang Komunikasi Politik.
Alasannya, ia tak ingin danya perbedaan kepentingan dengan jabatannya pada Partai Kebangkitan Bangsa. Sayangnya PKB memberhentikan Yenny Wahid pada 2008.
Yenny kemudian mendirikan partai politik sendiri dengan nama Partai Kedaulatan Bangsa. Kemudian pada 2012, Partai Kedaulatan Bangsa dan Partai Indonesia Baru (PIB), yang dipimpin oleh Kartini Sjahrir, melebur menjadi satu dengan nama Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB).
Berita Terkait
-
Punya Gagasan Kementerian Perkotaan, Anies Baswedan Jiplak Konsep Negeri Vrindavan?
-
Anies Baswedan Ingin Bentuk Kementerian Perkotaan jika Jadi Presiden? Warganet: Terus Tugas Wali Kota Apa
-
Santer Nama Yenny Wahid 'Dijodohkan' Jadi Bacawapres, Anies: Pada Waktunya Nanti Diumumkan
-
Beda Jawaban Anies Vs Ganjar Soal IKN, Lanjut Atau Tidak?
-
Menguji Pernyataan Prabowo yang Sebut Anies Profesor dan Ganjar Gubernur
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Geely EX5 Jadi Raja Baru Mobil Listrik di Segmen C-SUV Indonesia
-
5 Rekomendasi HP Infinix Murah Rp 1 Jutaan Spek Nggak Murahan
-
10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
-
H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
-
Paradoks Wisata Libur Lebaran: Berangkat Cari Ketenangan, Pulang Bawa Pegal Linu Sekujur Badan
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Profil Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto Kandidat Kuat Kepala BAIS TNI
-
Marco Polo: Influencer Perjalanan Pertama yang Memviralkan Eksotisme Timur
-
Kebijakan WFA ASN Pasca Lebaran Resmi Diberlakukan, Absen Daring Diperketat
-
Blak-blakan Pelatih Bulgaria Akui Ngeri Hadapi Timnas Indonesia: Skuad Garuda Makin Tangguh!