Suara.com - Tim peringkat 3 klasemen sementara Liga Italia, Napoli, akhirnya harus puas hanya berbagi hasil imbang 1-1 dengan tuan rumah Livorno, dalam pertandingan lanjutan kompetisi Serie A, Minggu (2/3/2014).
Mirisnya, kegagalan meraih poin penuh setelah unggul lebih dulu itu, harus diterima Napoli gara-gara kiper Pepe Reina. Tepatnya, gol bunuh diri yang dilakukannya di menit ke-39, membatalkan gol pembuka yang sudah lebih dulu dicetak oleh Dries Mertens.
Sejak awal pertandingan, skuat Napoli yang dilatih Rafael Benitez sebenarnya sudah menunjukkan keunggulan atas Livorno, baik dari segi penguasaan bola maupun determinasi. Beberapa peluang diraih, meski belum ada hasil sampai melewati paruh babak pertama.
Pada menit ke-31, Goran Pandev membuka peluang kemenangan itu, saat ia dijatuhkan oleh Federico Ceccherini di kotak terlarang Livorno. Wasit lantas menunjuk titik putih, yang bisa dieksekusi dengan baik oleh Mertens, salah satu andalan lini depan Napoli di laga ini tanpa kehadiran Gonzalo Higuain.
Hanya saja, keunggulan Napoli itu tidak bertahan lama. Pasalnya, mendekati pengujung babak pertama, Reina justru membatalkan keunggulan timnya, setelah melakukan blunder yang berujung gol bunuh diri. Sebuah sepakan lemah dari Ibrahima Mbaye, tidak ditangkap dengan baik oleh sang kiper, yang kemudian malah membuat bola masuk ke gawangnya sendiri.
Skor 1-1 itu jadi penutup babak pertama. Di babak kedua, Napoli yang penasaran tercatat terus coba meningkatkan serangan untuk kembali meraih keunggulan. Tapi sebaliknya, Livorno pun berjuang lebih keras lagi kali ini untuk tidak kembali tertinggal. Hasilnya, skor imbang itu pun bertahan sampai peluit akhir dibunyikan.
Hasil ini cukup merugikan bagi Napoli yang tengah bersaing di papan atas. Dengan perolehan sementara 51 poin, mereka belum bisa menipiskan jarak dengan runner-up Roma (58) yang sebenarnya kemarin juga imbang tanpa gol dengan Inter Milan. Sementara bagi Livorno, hasil ini cukup memadai dalam menjaga peluang mereka keluar dari zona degradasi, meski sejauh ini masih duduk di posisi tiga terbawah.
Berita Terkait
-
Ukir Sejarah bersama Como, Cesc Fabregas: Kami Bukan Milan, Inter, Juventus atau Napoli
-
Juventus Tundukkan Lecce 1-0 Berkat Aksi Dusan Vlahovic yang Amankan Posisi 3 Besar Liga Italia
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Pelatih Sassuolo Bagikan Kabar: Kondisi Jay Idzes Sedikit Lebih Buruk
-
AS Roma Hajar Fiorentina 4-0, Persaingan Tiket Liga Champions Memanas
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Lionel Messi Ungkap Pemain Terbaik di Generasi Setelahnya
-
Profil Timnas Irak: Singa Mesopotamia yang Siap Mengaum di Piala Dunia 2026
-
Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17 2026
-
Persijap Jepara Lolos dari Degradasi, Pemain Berharga Rp 6,95 Miliar Ungkap Isi Hati
-
Profil Julian de Guzman: Legenda Kanada dan Perjalanan Besar Menembus Sepak Bola Eropa
-
Ucapan Pelatih Thailand Jelang Piala Asia 2027 Bikin Panas Suporter Timnas Indonesia
-
Profil Younis Mahmoud: Mesin Gol Legendaris Irak yang Menginspirasi Generasi Piala Dunia 2026
-
Memalukan! Skuad Persib Mendapat Serangan Verbal Provokatif di Bandara, Ini Pelakunya
-
Carlos Valderrama, Legenda yang Jadi Otak Permainan Kolombia di Tiga Edisi Piala Dunia