Suara.com - Sebuah dokumen yang terungkap baru-baru ini menunjukkan adanya permainan kotor dalam penentuan Qatar sebagai negara tuan rumah Piala Dunia 2022. Menurut dokumen tersebut, seorang pejabat senior Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dan keluarganya diduga menerima suap dari sebuah perusahaan milik seorang mantan pejabat organisasi sepakbola Qatar.
Berdasarkan berita yang dilansir Telegraph, Jack Warner, mantan wakil presiden FIFA, dan keluarganya diduga menerima 2 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 22,5 miliar rupiah. Dana tersebut mereka dapat dari sebuah perusahaan asal Qatar setelah Qatar dipastikan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Jack Warner sendiri menerima 1,2 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 13,5 miliar rupiah. Sementara itu, anak-anak Warren menerima 750.000 Dolar atau 8,4 miliar rupiah dan seorang karyawan Warren menerima 400.000 dolar atau senilai 4,5 miliar rupiah.
Adalah Kemco, perusahaan yang memberikan dana tersebut kepada Warren dan keluarganya. Kemco dimiliki oleh Mohammed Bin Hammam, mantan anggota komite eksekutif FIFA dari Qatar. Dirinya juga pernah menjabat sebagai presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Pembayaran tersebut diduga dilakukan Hammam pada tahun 2011.
Dalam dokumen yang bertanggal 15 Desember 2010, atau 2 minggu setelah Qatar ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 tersebut, tertulis bahwa dana itu dipakai untuk membayar "biaya hukum dan lain-lain". Namun, sebuah surat terpisah menyebutkan dana lebih dari 1 juta Dolar digunakan untuk membayar "jasa profesional yang diberikan sepanjang periode 2005-2010".
Kini, FBI tengah menyelidiki Warner, pejabat FIFA asal negara Trinidad tersebut atas dugaan keterlibatannya dalam penentuan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Putra tertua Warren, yang tinggal di Miami, Amerika Serikat, menjadi saksi dalam kasus tersebut.
Penentuan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 adalah salaha satu keputusan paling kontroversial sepanjang sejarah olahraga. Pasalnya, negara padang pasir tersebut memiliki cuaca panas yang bisa mempengaruhi kondisi fisik para pemain sepak bola. (Telegraph)
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Jelang Portugal vs Kroasia, Bernardo Silva: Luka Modric Idola Saya
-
Bukan Lamine Yamal, Sosok Ini Jadi Nyawa Timnas Spanyol Lawan Austria
-
Persija Segera Resmikan Denis Kolinger, Bek Kroasia Sudah Pamit dari NK Lokomotiva
-
5 Fakta Penting Jelang Spanyol vs Austria, Benteng Kokoh La Roja Melawan Agresivitas Rangnick
-
Kongres PSSI 2026 Digelar Berbarengan Timnas Indonesia vs Vietnam
-
Habib Ikut Kecewa Senegal Kena Comeback Belgia: Rasanya Hancur!
-
Era Xabi Alonso Dimulai! Chelsea Boyong Bek Terbaik Serie A Marco Palestra
-
Romelu Lukaku Bongkar Kunci Comeback Dramatis Belgia Singkirkan Senegal di Piala Dunia 2026
-
Statistik Amerika Serikat vs Bosnia, The Yanks Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Amerika Serikat Susul Kanada dan Meksiko ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Bosnia Tumbang 2-0