- Kedatangan pemain diaspora seperti Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra ke BRI Liga 1 memicu spekulasi pemain lain menyusul.
- Nathan Tjoe-A-On yang bermain untuk Willem II telah mencatatkan 22 penampilan dan satu assist musim ini.
- Meski kontraknya berlaku hingga 2027, Nathan mendapat rapor merah bersama Willem II pada laga terakhirnya.
Suara.com - Fenomena kedatangan pemain diaspora Timnas Indonesia merumput di putaran kedua BRI Super League menimbulkan pro dan kontra.
Kehadiran Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta munculkan spekulasi soal siapa lagi pemain diaspora Timnas Indonesia yang bakal menyusul.
Salah satu nama yang jadi sorotan ialah Nathan Tjoe-A-On. Karier pemain satu ini sempat tak jelas saat masih berstatus pemain Swansea City.
Untungnya ia balik ke Belanda dan bergabung ke Willem II. Bersama tim divisi dua Belanda itu, Nathan mulai tunjukkan perfomance apik.
Nathan telah bermain sebanyak 22 pertandingan dan sukses mencetak 1 assist. Namun diketahui kontrak Nathan akan segera habis.
Dikutip dari data Transfermarkt, Nathan memiliki kontrak dengan Willem II sampai 30 Juni 2027.
Perfomance Merah Nathan Tjoe-A-On
Menariknya, situasi kurang mengenakkan dialami Nathan di laga terakhir bersama Willem II.
Saat Willem II meraih kemenangan RKC Waalwijk, Nathan jadi salah satu pemain yang mendapat rapor merah.
Baca Juga: Bukan Titipan PSSI, Arya Sinulingga Ungkap Alasan Pemain Naturalisasi Banjiri Super League
Gol penentu kemenangan Willem II lahir di penghujung pertandingan. Dalam tekanan akhir laga, pemain RKC Nazjir Held justru memasukkan bola ke gawangnya sendiri.
Namun menurut pundit asal Belanda, Dolf van Aert, menyoroti buruknya performa sisi kiri Willem II dalam laga ini. Nathan Tjoe-A-On dan Mounir El Allouchi dinilai gagal memaksimalkan ruang yang tersedia.
“Ruang di sisi kiri memang ada, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Saat menguasai bola, Tjoe-A-On dan El Allouchi tidak melakukan cukup hal positif. Keduanya juga membuang peluang besar,” tulis Van Aert dalam laporannya dilansir dari ED.nl
Atas performa tersebut, kedua pemain hanya mendapat nilai 4,5, menjadi yang terendah di tim pada pertandingan ini.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!
-
Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun