Suara.com - Nama Tomas Kalas mungkin masih asing di telinga pecinta sepak bola. Usianya masih 20 tahun, namun manajer Chelsea Jose Mourinho memberi kepercayaan kepada Kalas untuk tampil sebagai pemain inti dalam pertandingan besar melawan Liverpool di stadion Anfield, Minggu (27/4/2014) malam.
Kalas berduet dengan Branislav Ivanovic selama 90 menit. Debutnya sebagai pemain inti bersama Chelsea juga tidak mengecewakan. Dia membuat penyerang Liverpool Luis Suarez frustrasi di sepanjang pertandingan. Laman MailOnline memberikan nilai 8 kepada Kalas.
Siapakah Kalas? Sebelum tampil sebagai pemain inti dalam pertandingan melawan Liverpool, pemain Republik Cek ini baru dua kali diturunkan Chelsea. Pertama, sebagai pemain pengganti di menit ke-89 melawan Arsenal di ajang Piala Liga pada 29 Oktober 2013. Kalas menggantikan Juan Mata. Setelah itu, Kalas juga diturunkan di masa injury time dalam pertandingan babak 16 besar melawan Galatasaray.
Kalas lahir di kota Olomouc, di bagian timur provinsi Morabia di Republik Cek ada 15 Mei 2003. Ia memulai karirnya bersama klub lokal Sigma Olomouc di usia 11 tahun. Setelah lima tahun berjuang di tim yunior, Kalas bisa menembus tim senior dan melakukan debut pada Mei 2010.
Chelsea mengumumkan pembelian Kalas pada Juli 2010. Ketika itu, Kalas baru berusia 17 tahun. Chelsea menguungguli Arsenal, AC Milan, Bayer Leverkusen dalam mendapatkan Kalas. Media di Republik Cek menulis, Chelsea mengeluarkan uang 5,2 juta poundsterling untuk memboyong Kalas ke Stamford Bridge.
“Dia bek yang sangat bagus dalam menghadapi situasi one-on-one dengan pemain lawan. Dia bisa bermain sebagai bek kanan dan juga bek tengah. Kami merasa dia mempunyai potensi yang sangat besar karena itu kami memutuskan untuk memboyongnya,” kata manajer akademi Chelsea, Neil Bath.
Meski sudah dibeli Chelsea, Kalas tetap bertahan di Sigma hingga Januari 2011 sebelum akhirnya berlabuh di Stamford Bridge. Di separuh musim, Kalas melakukan debut bersama tim yunior Chelsea dan memberikan gelar juara liga nasional.
Dengan postur yang jangkung, Kalas punya kelebihan dalam melakukan duel di udara. Selain itu, Kalas juga lihai merebut bola yang dikuasai penyerang lawan serta mempunyai tackling yang bagus. Dia sudah memperlihatkan itu saat mematikan Rahem Sterling dan Luis Suarez.
Chelsea meminjamkan Kalas ke Vitesse pada musim 2011-12 untuk mendapatkan jam terbang. Dia tampil pada 37 pertandingan dan mencetak satu gol. Chelsea memutuskan untuk memperpanjang masa pinjaman Kalas di Vitesse. Dia memperoleh pengalaman tampil di Liga Eropa bersama klub Belanda tersebut.
Masuknya Mourinho sebagai manajer Chelsea mengubah nasib Kalas. Manajer asal Portugal itu menginginkan Kalas di tim utama Chelsea. Namun, pemain Republik Cek itu kesulitan untuk menembus daftar pemain inti. Cedera juga membuat peluang dia bermain semakin sedikit.
Musim ini, sebelum pertandingan melawan Liverpool, Kalas baru bermain selama dua menit, dan dua-duanya sebagai pemain pengganti. Ketika Chelsea harus membagi pikiran dan tenaga antara liga Premir Inggris serta Liga Champions, Mourinho memutuskan untuk menurunkan Kalas sebagai pemain inti.
Kepercayaan Mourinho itu dibayar Kalas dengan penampilan yang memukau. Meski melakuka debut dalam pertandingan besar, Kalas tidak terlihat grogi. Dia disiplin menjaga lini belakang Chelsea sehingga tidak kebobolan selama 90 menit dan meraih kemenangan 2-0.
Kemenangan atas Liverpool tidak membuat Chelsea berada di baris terdepan dalam memperebutkan gelar juara liga Premir. Namun, pertandingan tersebut telah melahirkan seorang pemain bertahan yang bisa menggantikan posisi John Terry, yaitu Tomas Kalas. (Dailymail)
Berita Terkait
-
Marc Cucurella ke Real Madrid: Dulu Tak Mau Tinggalkan Chelsea, Sekarang Berubah
-
Jadi Andalan Chelsea, Marc Cucurella Ungkap Alasan Gabung Real Madrid
-
Real Madrid Dikabarkan Sepakat dengan Enzo Fernandez, Siapkan Tawaran Besar ke Chelsea
-
Chelsea Makin Keropos, Enzo Fernandez Dikabarkan Sepakat Gabung Real Madrid
-
Real Madrid Jadikan Enzo Fernandez Target Utama, Chelsea Pasang Harga Selangit
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey