- Cesc Fabregas dikaitkan dengan posisi manajer Chelsea, namun ia memilih tetap fokus melatih Como 1907 di Italia.
- Fabregas merasa nyaman di Como karena mendapatkan kepercayaan penuh serta kendali teknis dari presiden Mirwan Suwarso.
- Pelatih tersebut lebih memilih kebebasan di Como daripada sistem manajemen kolektif yang kompleks seperti di klub Chelsea.
Suara.com - Nama Cesc Fabregas tengah dikaitkan dengan kursi manajer Chelsea yang kosong, memicu spekulasi di bursa pelatih Eropa.
Di tengah rumor tersebut, pelatih Como 1907 itu justru memuji sosok asal Indonesia yang tak lain adalah presiden klubnya, Mirwan Suwarso, yang dinilai memberinya kepercayaan penuh.
Kebebasan di Como Jadi Kunci
Fabregas mengaku belum terburu-buru kembali ke Liga Inggris. Ia menikmati perannya di Como karena mendapat kendali penuh dalam urusan sepak bola.
“Liga Inggris adalah liga terbaik di dunia. Saya selalu jelas tentang itu,” ujar Fabregas dikutip dari Daily Mail, Selasa (5/5/2026).
“Namun, saya bisa berada di sini 10 tahun dan tetap punya waktu untuk ke sana di masa depan,” lanjutnya.
Menurutnya, kepercayaan dari manajemen menjadi faktor utama yang membuatnya nyaman.
“Saya sangat beruntung memiliki presiden yang percaya kepada saya dan memberi kebebasan untuk mengambil keputusan sepak bola. Itu sangat penting,” tegasnya.
Kontras dengan Sistem di Chelsea
Fabregas menilai sistem kerja di Como memberinya ruang lebih luas dibandingkan klub besar seperti Chelsea yang memiliki struktur manajemen kompleks.
Di klub asal Italia itu, ia bahkan terlibat langsung dalam proses perekrutan pemain bersama direktur olahraga.
“Perekrutan dilakukan dengan data dan scouting, tetapi keputusan akhir harus sesuai dengan keyakinan saya,” ujarnya.
Sebaliknya, di Chelsea terdapat beberapa direktur olahraga yang mengelola kebijakan transfer secara kolektif.
Fokus ke Prestasi Bersama Como
Saat ini, Como masih bersaing untuk menembus zona Liga Champions, dengan selisih poin yang tipis dari posisi empat besar.
Berita Terkait
-
Klasemen Liga Inggris: Manchester City Tertahan, Chelsea Gagal ke Liga Champions
-
Dipermalukan Nottingham Forest, Chelsea Telan 6 Kekalahan Beruntun
-
Chelsea Mulai Dekati Abdukodir Khusanov Jelang Bursa Transfer
-
Tiket Chelsea vs AC Milan di GBK Dijual Mei 2026, Simak Jadwal Presale dan Panduan Pembelian Resmi
-
Penantian Panjang, Kapan Terakhir Kali AC Milan Datang ke Indonesia?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Respons Vincent Kompany Usai Mikel Arteta Sindir Soal Jadwal Liga
-
Arsenal ke Final Liga Champions, Wenger Bungkam Kritik soal Selebrasi Arteta
-
Berapa Kali Arsenal Pernah Lolos ke Final Liga Champions?
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Athletic Club Resmi Tunjuk Edin Terzic sebagai Pelatih Baru
-
Phil Foden akan Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2030
-
Mikel Arteta Sebut Lolos ke Final Liga Champions sebagai Malam Terbaik dalam Kariernya
-
Declan Rice Semringah usai Bawa Arsenal ke Final Liga Champions, Kirim Pesan untuk Suporter
-
Penantian 20 Tahun, Mikel Arteta: Kami Kembali ke Final Liga Champions