Suara.com - Gelandang Real Madrid Xabi Alonso mengatakan bahwa peraturan yang ditetapkan UEFA tidak adil. Pernyataan tersebut dilontarkan pemain 32 tahun setelah dirinya dipastikan tidak akan tampil di babak final Liga Champions di Lisbon, Portugal, 24 Mei mendatang.
"Tidak hanya (pemberian) kartu yang tidak adil, saya pikir peraturannya tidak adil. Jalan menuju final sangat rumit," kata Alonso usai pertandingan leg kedua di Allianz Arena.
Di laga tersebut, Alonso menerima kartu kuning di menit ke-38 yang membuatnya tidak bisa tampil di partai final. Sebelumnya Alonso telah mendapat dua kartu kuning saat membela Madrid menghadapi Borussia Dortmund di babak perempat final dan Kobenhavn di fase penyisihan grup.
"Sayang tidak bisa bermain (di final) tapi saya harap rekan-rekan saya akan meraih kemenangan dan seiring waktu saya akan melupakannya," tukas Alonso.
Dalam laga yang digelar Rabu (30/4/2014) dini hari WIB, Madrid memastikan satu tiket ke final usai menumbangkan Bayern Munich 0-4. Dengan demikian, Madrid yang di leg pertama menang 1-0, unggul telak atas sang juara bertahan dengan agregat 5-0. (Soccerway)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung