Bola / Bola Dunia
Jum'at, 06 Juni 2014 | 13:29 WIB
Pelatih tim Iran Carlos Queiroz (shutterstock)

Suara.com - Piala Dunia 2014 merupakan kesempatan keempat Iran dalam turnamen sepak bola internasional paling akbar di dunia itu. Meski demikian nasib tim asuhan Carlos Queiroz itu Brasil tampaknya tidak akan jauh berbeda dari perjalanan mereka di tiga piala dunia sebelumnya karena di akan bergabung bersama tim favorit Argentina, Nigeria, dan Bosnia Herzegovina di Grup F.

Pada tiga Piala Dunia sebelumnya, yakni di 1978, 1998, dan 2006, Iran selalu kandas fase grup. Piala Dunia 1998 adalah pengalaman paling manis Iran. Ketika berhasil mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 2-1 dan menempati urutan ketiga klasemen grup F. Di dua Piala Dunia lainnya, Iran selalu menempati peringkat akhir klasemen.

Beratnya tantangan Iran di Brasil sendiri sudah diakui oleh Queiroz, yang tidak menetapkan target terlalu muluk untuk tim yang berada di urutan 37 ranking federasi sepak bola dunia, FIFA, itu.

"Secara realistis, apakah Iran bisa menjuarai Piala Dunia? Jelas tidak ada yang percaya itu bisa terjadi," kata Queiroz dalam sebuah wawancara dengan Fifa.com, "Target kami adalah untuk maju lebih ke depan, menempatkan diri kami di kasta yang sama dengan Jepang dan Korea Selatan, merebut tempat untuk menjadikan Iran salah satu dari tiga tim terbaik di Asia."

Skuat Iran yang akan berlaga di Brasil sendiri tampaknya akan bertumpu pada paduan pemain-pemain yang berlaga di liga-liga sepak bola Eropa dan lokal.

Dari susunan skuat sementara yang dipanggil Queiroz 7 Mei kemarin, ada nama Ashkan Dejagah yang bermain di Liga Primer Inggris bersama Fulham, Jahanbakhsh dari NEC Nijmegen di Eredivisie, Belanda, dan Sardar Azmoun, bintang mudah Iran yang memperkuat klub Rusia, Rubin Kazan.

Perjalanan Tim:

Iran lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 Brasil setelah keluar sebagai juara grup A kualifikasi putaran keempat zona Asia. Iran memastikan satu tempat di Brasil setelah secara mengejutkan mengalahkan tuan rumah Korea Selatan pada 18 Juni 2013. Di Grup A, Iran berhasil menyisihkan Uzkbekistan, Qatar, dan Libanon. Adapun Korsel juga lolos sebagai runner up grup.

Pemain Bintang:

Javad Nekounam (Al Kuwait) tidak lepas dari tim nasional Iran selama lebih dari satu dekade. Gelandang kelahiran 1980 itu sudah 130 kali membela skuat berjuluk "Tim Melli" itu. Pemain yang pernah selama enam tahun bermain untuk Osasuna La Liga Spanyol, laksana jangkar dalam kesebelasan Iran. Dia juga sering menjadi aktor utama dalam serangan balik cepat "Tim Melli". Selain itu Nekounam juga menjadi andalan Iran dalam set piece.

Pelatih:

Carlos Queiroz memegang kendali atas tim nasional Iran sejak April 2011. Menandatangani kontrak selama dua setengah tahun, dia memang ditugaskan untuk meloloskan Iran ke putaran final Piala Dunia 2014. Dan dia berhasil.

Secara garis besar, karier kepelatihan Queiroz tidak begitu mentereng, meski juga berhasil membawa Portugal ke Piala Dunia 2010. Melatih Portugal sejak Juli 2008, Queiroz sebenarnya berhasil membawa Cristiano Ronaldo dkk ke babak 16 besar sampai tersingkir setelah dikalahkan Spanyol dengan skor 1-0.

Usai Piala Dunia Afrika Selatan itu, tepatnya pada September 2010, Queiroz lantas dipecat Portugal. Akan tetapi, dia tercatat dalam sejarah karena menjadi pelatih Portugal pertama yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia dua kali berturut-turut.

Selain di level internasional, Queiroz berpengalaman klub-klub besar Eropa, seperti Real Madrid dan menjadi asisten Alex Ferguson di Manchester United.

Load More