Suara.com - Argentina akhirnya menyusul beberapa tim lain lolos ke babak 16 Besar Piala Dunia (PD) 2014 di Brasil, usai memastikan kemenangan 1-0 atas Iran di Grup F. Kemenangan keduanya ini membuat Argentina meraih poin 6, yang sudah cukup aman meloloskannya dari grup.
Kendati demikian, pelatih tim Tango, Alejandro Sabella, mengakui pertandingan kedua mereka di mana skor 0-0 nyaris bertahan sampai akhir, sebagai sebuah pertandingan yang berat. Lebih jauh, dia bahkan mengakui bahwa ada beberapa hal yang perlu diperbaiki di tim Argentina.
"Ini pertandingan yang sangat sulit. Kami menguasai bola dan mengontrol pertandingan pada babak pertama, serta menciptakan setidaknya tiga peluang emas, juga beberapa peluang bola-bola mati. Tetapi Iran menampilkan permainan hebat. Mereka bertahan dengan baik dan melakukan serangan balik, menciptakan pula beberapa peluang," ujar Sabella.
"Kami kemudian mulai keletihan di bagian akhir usai menghabiskan banyak tenaga, dan pertandingan berubah jadi permainan bolak-balik yang tidak cocok untuk kami. Untungnya bagi kami, (Sergio) Romero mampu menjalankan tugasnya. Saya melakukan pergantian pemain untuk coba membuka lapangan, serta menambah ruang gerak kami," sambungnya.
"Kami harus menelaah dengan baik apa yang terjadi (di pertandingan ini), serta coba memperbaikinya. Kami memang punya beberapa masalah yang harus diperhatikan," tandas Sabella. (FIFA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
-
Piala Dunia 2026 Memanas: FIFA Tolak Keberatan Mesir dan Iran Terkait Atribut LGBT
-
Siapa Suzanne Huurman? Dokter Perempuan yang Pecahkan Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Sihir Vinicius Junior di Miami: Cetak Brace, Bikin Ancelotti Geleng-Geleng Kepala