Suara.com - Gelandang internasional Belanda Wesley Sneijder menegaskan kepada para fans Belanda untuk melupakan melihat skuatnya bermain cantik di Piala Dunia 2014. Sneijder menegaskan bahwa mereka tidak ingin bermain cantik namun harus pulang kampung lebih awal.
Belanda telah mengoleksi 12 gol dalam empat pertandingannya di Piala Dunia 2014 hingga berhasil melaju ke perempatfinal dan bersiap menghadapi Kosta Rika. Namun Belanda sempat dikiritik telah meninggalkan filosofi total football dengan gaya permainan menyerang yang buruk.
"Kenapa kita harus bermain berlebihan agar kita dipuji oleh dunia untuk bermain sepakbola yang baik dan berusaha begitu keras? Apakah Anda lebih suka kami duduk di pesawat untuk pulang? Saya lebih suka pergi untuk opsi terbaik," kata Sneijder.
"Jika kita mendengarkan semua orang yang mengatakan kita harus menjadi tim dengan 70 persen dari penguasaan bola mungkin kami sudah pulang. Kami harus realistis. Kami tidak memiliki pemain lini tengah untuk memiliki banyak penguasaan bola," ujarnya.
"Empat tahun yang lalu kami hanya gagal memenangkan Piala Dunia, dan jujur saja kami tak bermain baik. Di Euro 2008 kami bermain super menghadapi Italia dan Prancis (fase grup) namun kami mencoba yang sama menghadapi Rusia (di 8 besar) dan kami pulang," tukas Sneijder. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden
-
Bedak Tabur vs Bedak Padat, Mana yang Lebih Aman untuk Touch Up Siang Hari?
-
Karhutla di Kawasan Tol Balikpapan-Samarinda, Penyebab Masih Diselidiki
-
81 Miles Uji 5G XLSMART dari Semarang hingga Yogyakarta, Target 88 Kota pada 2026
-
Kasus Marissa Anita, Saat Sebuah Foto Dibaca sebagai Simbol Kedekatan dengan Kekuasaan
-
Menemukan Tuhan di Sudut Kota: Pesona Di Kota Tuhan Stebby Julionatan
-
Stafsus Menhut Mangkir Diperiksa, KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan
-
10 Sifat dan Karakter Wanita Cancer, Kenali Sisi Lembut hingga Keras Kepalanya
-
25 Link Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis, Bisa untuk Status WA dan Foto Profil
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR