News / Nasional
Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB
Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta saat menyampaikan pernyataan sikap ajak AMPB jaga ruang demokrasi jelang aksi di DPR, di Jakarta, Senin (24/8/2026). [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta mengajak Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menjaga ruang demokrasi saat aksi di Jakarta pada Kamis.
  • Koordinator Ikhsan Buyung menyatakan penyampaian aspirasi warga negara dijamin konstitusi dan harus dijalankan secara bertanggung jawab serta damai.
  • Seluruh pihak diimbau mengedepankan dialog konstruktif, saling menghormati perbedaan, serta menghargai simbol negara demi perbaikan bersama.

Suara.com - Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta mengajak Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tetap menjaga ruang demokrasi menjelang rencana aksi di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Koordinator BEM Persatuan se-DKI Jakarta Ikhsan Buyung mengatakan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, hak tersebut perlu dijalankan dengan tetap memperhatikan kepentingan bersama.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog yang konstruktif, saling menghormati perbedaan pandangan," kata Ikhsan Buyung di Jakarta, Senin (24/8).

Menurut Ikhsan, setiap kelompok masyarakat memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi sesuai dengan kepentingan yang diperjuangkan.

Karena itu, ia meminta penyampaian aspirasi dilakukan secara bertanggung jawab, objektif, proporsional, serta tetap menghargai perbedaan pandangan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ikhsan menegaskan pihaknya menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Ia menilai kritik, masukan, maupun tuntutan terhadap kebijakan publik merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi.

"Semangat demokrasi akan semakin kuat apabila setiap pihak dapat menyampaikan gagasan secara terbuka, inklusif, dan menghormati perbedaan yang ada," katanya.

Aktivis dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) ke Jakarta untuk mendukung rencana aksi pada 27 Agustus 2026. [Suara.com/

Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati simbol dan institusi negara dalam menyampaikan kritik maupun tuntutan. Menurutnya, aspirasi akan lebih bermakna apabila disampaikan secara damai dan berorientasi pada perbaikan.

"Namun demikian, penyampaiannya akan lebih bermakna apabila dilakukan secara santun, damai, dan berlandaskan semangat perbaikan bersama," katanya.

Baca Juga: Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta

Ikhsan meyakini penyampaian aspirasi secara baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan demokrasi. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan solutif.

"Persatuan tidak berarti menghilangkan keberagaman pandangan, melainkan memastikan bahwa setiap perbedaan dapat dikelola secara dewasa dalam bingkai kebangsaan dan kepentingan bersama," kata dia.

Load More