Suara.com - Pengadilan Arbitrase Olahraga tetap memvonis penyerang Uruguay, Luis Suarez bersalah dalam kasus gigitan kepada bek Italia, Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014.
Dengan keputusan itu, maka Suarez tetap dilarang bermain selama empat bulan. Namun, Pengadilan Arbitrase Olahraga mencabut hukuman larangan bagi Suarez untuk berlatih.
Sebelumnya, tim kuasa hukum Suarez menyatakan, hukuman selama empat bulan kepada kliennya tidak boleh bermain sepak bola terlalu berat. Mereka mengajukan kasus ini ke pengadilan arbitrase olahraga yang bermarkas di Swiss.
Keputusan pengadilan arbitrase ini membuat Suarez tidak bisa memperkuat klub barunya Barcelona pada 8 pertandingan. Meski demikian, Suarez diizinkan untuk berlatih bersama pemain Barcelona lainnya.
Sanksi skors dan denda yang dijatuhkan FIFA kepada penyerang Uruguay, Luis Suarez, pada Kamis (26/5/2014), adalah hukuman terberat dalam sejarah Piala Dunia.
Sanksi yang dijatuhkan kepada Suarez adalah larangan bermain dalam sembilan laga internasional, larangan terlibat dalam semua kegiatan sepak bola selama empat bulan, larangan masuk stadion selama empat bulan, dan denda 100.000 franc Swiss (sekitar Rp 1,4 miliar).(AFP/CNA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Lionel Messi Cetak Sejarah di Piala Dunia, Antonela Roccuzzo: Aku Mencintaimu
-
Regulasi U-23 Dihapus, Wonderkid Persija Pede Rebut Tempat di Era Shin Tae-yong
-
Puji Harry Kane, Declan Rice: Ketajamannya di Piala Dunia Tak Terelakkan!
-
Klasemen Sementara Peringkat Ketiga Terbaik Piala Dunia 2026: Belgia Terancam, Portugal Belum Aman
-
Fakta Menarik Norwegia vs Senegal: Dari Rekor Erling Haaland hingga Sejarah Gol Marcus Pedersen
-
Batal ke Super League? Gelandang Keturunan Maluku Lebih Dekat ke Kasta Teratas Belgia
-
Ketajaman Erling Haaland Menghancurkan Senegal Sekaligus Mengukir Rekor Piala Dunia 2026
-
Aljazair Comeback Kalahkan Yordania 2-1 dan Jaga Asa Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Pratama Arhan ke Persija Jakarta Susul STY?
-
Rekor Gila Kylian Mbapp Warnai Pesta Gol Prancis Saat Bantai Irak 3-0 di Piala Dunia 2026