Suara.com - Pelatih Javier Aguirre terpaksa harus menunggu lebih lama untuk mengecap kemenangan dengan tim nasional Jepang setelah hanya bermain imbang dengan Venezuela di laga persahabatan yang digelar di Nissan Stadium, Yokohama, Selasa (9/9/2014).
Jepang seharusnya menang setelah dua kali unggul atas tamu mereka, tetapi kesalahan lini belakang, termasuk blunder dari penjaga gawang Eiji Kawashima, memaksa tim berjuluk Samurai Biru itu menerima hasil akhir 2-2.
Yoshinori Muto sempat membawa Jepang unggul di awal babak kedua, tetapi Mario Randon membalasnya dari titik penalti setelah Alejandro Guerra di jatuhkan di dalam kotak terlarang oleh bek-bek Jepang.
Gaku Shibasaki kembali memberi Jepang gol di pertengahan babak kedua, tetapi sayang kesalahan Kawashima mengantisipasi tembakan jarak jauh Gabriel Cichero pada menit 71 kembali membuat skor imbang, yang kemudian bertahan hingga akhir laga.
Aguirre, yang mengambil alih kursi kepelatihan Jepang dari Alberto Zaccheroni yang mengundurkan diri setelah Piala Dunia Brasil, mengatakan dia harus menerima hasil seri tersebut.
"Kesalahan adalah bagian dari pertandingan dan saya bersyukur bahwa ini terjadi di pertandingan persahabatan," kata pelatih asal Meksiko itu usai laga.
"Venezuela bermain bagus di babak pertama. Para pemain pengganti bermain apik di babak kedua dan kita harus menerima hasil imbang. Tetapi kami punya proyek empat tahun dan para pemain baru di dalam tim sudah menunjukkan pengaruhnya, jadi saya puas," imbuh dia.
Jepang akan kembali menggelar laga persahabatan dengan Jamaika di Niigata pada 10 Oktober dan akan bertarung melawan Brasil, juga di laga persahabatan, di Singapura pada 14 Oktober. Laga-laga persahabatan itu adalah bagian dari persiapan Jepang mempertahankan gelar di turnamen Piala Asia pada Januari mendatang. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey