Bola / Liga Inggris
Jum'at, 10 Oktober 2014 | 07:31 WIB
Roy Keane. (Shutterstock)

Suara.com - Asisten manajer Aston Villa, Roy Keane menyebut Jose Mourinho – manajer Chelsea – sebagai seseorang yang tidak punya rasa hormat dan memalukan. Keane menyebut Mourinho beruntung tidak terkena ‘bogem mentah’ dari dirinya.

Keane marah ketika Mourinho berusaha menjabat tangannya dan manajer Paul Lambert ketika pertandingan antara Chelsea melawan Aston Villa belum berakhir. Pada pertandingan itu, Chelsea menang telak 3-0.

Ketika ditanya apa alasan dia menolak untuk menjabat tangan Mourinho, Keane menjawab,” Pertandingan masih berlangsung. Saya sebenarnya tidak masalah untuk menjabat tangannya tetapi pertandingan belum selesai. Itu hal yang memalukan. Saya beberapa kali melihat dia melakukan hal itu kepada manajer lain.”

Keane mengatakan, dia tidak mau bermain untuk Mourinho apabila saat ini dirinya masih aktif sebagai pesepakbola. Alasannya, Mourinho terlalu sering melontarkan perang urat syaraf di media.

“Saya paham kebutuhan untuk melakukan perang urat syaraf tetapi ada saatnya anda harus berpikir bahwa hari ini tidak perlu melakukan itu,” jelasnya.

Lalu, pelatih mana yang membuat Keane merasa nyaman? Ternyata, mantan kapten Manchester United itu akan dengan senang hati dilatih oleh Pep Guardiola, pelatih Bayern Munich.

“Jika saya masih jadi pemain hari ini, saya bisa bekerja sama dengan Guardiola. Saya suka gayanya dan cara dia memimpin skuadnya,” pungkasnya. (Mirror)

Load More