Suara.com - Laga akbar antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge, Minggu (5/10/2014), tidak saja menyajikan pertarungan sengit di lapangan, tetapi juga ketegangan lain antara dua manajer di pinggir lapangan.
Ya, jika Anda menyaksikan di televisi sekalipun, tampak Jose Mourinho dan tamunya Arsene Wenger sempat saling dorong di area pelatih.
Adu fisik antara dua manajer itu dipicu oleh pelanggaran keras bek Chelsea Gary Cahill terhadap striker Arsenal, Alexis Sachez.
"Apa yang harus disesali setelah itu? Saya ingin bergerak dari titik A ke B dan seseorang menghalangi saya tanpa ada tanda-tanda penyambutan," ketus Wenger.
"B adalah Sanchez, untuk melihat apakah dia cedera. Apakah ada dorongan? Ya, sedikit saya. Anda bisa melihat jika saya sungguh-sungguh mendorong," imbuh dia.
Dalam insiden itu, kedua manajer dilerai oleh wasit keempat, Jon Moss.
Adapun Mourinho, mengatakan ia sudah melupakan insiden itu. Ia mengklaim dirinya juga tidak bersalah telah menghalangi langkah Wenger.
"Kejadian itu menjadi panas karena ini laga besar, yang melibatkan klub-klub besar, rival-rival besar, dan laga penting bagi kedua tim. Kondisi-kondisi itu membuat sebuah laga menjadi emosional," jelas manajer yang akrab disapa Mou.
"Saya banyak membuat kesalahan dalam sepak bola. Tetapi bukan yang satu ini, karena kali ini saya berada di wilayah teknis saya dan itu bukan urusan saya. Habis cerita," tegas manajer asal Portugal tersebut.
"Saya punya wilayah sendiri, demikian juga dia. Ia tidak bisa masuk ke wilayah teknis saya untuk memaksa wasit memberi kartu kepada pemain saya. Jadi saya mengatakan kepadanya untuk meninggalkan wilayah teknis saya dan jangan datang lagi," beber Mourinho.
Hubungan antara kedua manajer itu memang kurang akrab. Mourinho yang dalam 12 pertemuan belum pernah dikalahkan Arsenal, pada Februari lalu pernah menjuluki Wenger "si spesialis gagal". (BBC/Goal)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?