Suara.com - Rencana Singapura untuk menggelar laga persahabatan mewah antara Brasil melawan Jepang 'terganjal' kondisi lapangan di National Stadium. Sebelumnya, kondisi lapangan itu sempat dikeluhkan pelatih Juventus pada Agustus lalu.
Nasional Stadium berkapasitas 55 ribu kursi dengan atap yang bisa dibuka. Di stadion ini akan digelar pertandingan yang mempertemukan tim juara dunia lima kali melawan juara Piala Asia.
Penonton akan dapat melihat dari dekat pemain bintang seperti Neymar, Kaka, Keisuke Honda dan Shinji Kagawa. Namun belum dipastikan apakah keempat pemain itu berani mengesampingkan risiko karena bermain di lapangan yang berbeda dari biasanya.
Permukaan rumput lapangan National Stadium bertabur pasir. Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) mengakui permukaan lapangan buruk, namun tetap dinilai layak untuk menyelenggarakan pertandingan.
"Kami berpendapat lapangan dapat digunakan dan pertandingan dapat dilanjutkan jika komisi pertandingan dan tim setuju. Namun, kami juga berpendapat kondisi lapangan jauh dari standar internasional yang bisa mempengaruhi standar bermain," ujar FAS dalam sebuah pernyataan.
Juara Liga Serie-A Italia, Juventus pernah bermain di stadion itu pada Agustus lalu. Saat itu, mereka mengalahkan Singapura Selection dengan skor akhir 5-0.
Usai pertandingan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengeluhkan kondisi lapangan. Di laga itu, Allegri tidak memainkan dua bintangnya, Carlos Tevez atau Arturo Vidal untuk menghindari risiko yang tidak perlu. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Anjing Pitbull Lepas Serang Bocah 9 Tahun di Bandung, Korban Luka Parah di Kepala dan Telinga
-
AMPB Pastikan Masyarakat Pati yang Bertemu DPR Hari Ini Bukan Pihaknya
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
Geliat Musik Keras di Magnumotion Loud Fest, dari Hijaber hingga Aksi Cadas Seringai
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!
-
Tolak Perfect Woman Syndrome: Saatnya Perempuan Hidup Realistis dan Merdeka
-
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Tembus 100 Orang, Luka Berat Tak Tertolong
-
Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan
-
Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya
-
Terima Audiensi Masyarakat Pati yang Tolak Demo, DPR: Tak Harus Selalu Turun ke Jalan