Suara.com - Salah satu klub kontestan Liga Inggris, Sunderland, akhirnya dijatuhi sanksi denda sebesar 20.000 pound sterling (sekitar Rp382 juta) oleh Asosiasi Sepakbola Inggris (FA). Pemberian hukuman itu dikarenakan tindakan para pemainnya dalam laga melawan Everton yang berakhir imbang 1-1, pada Minggu (9/11/2014) lalu.
Keputusan bersalah dari FA sendiri telah muncul beberapa hari lalu, hingga akhirnya pihak Sunderland yang diberi kesempatan menyanggah justru mengaku bersalah. Tim yang bermarkas di Stadium of Light itu mengakui kesalahan para pemainnya yang bereaksi keras terhadap putusan wasit Lee Mason dalam laga itu.
Insiden tersebut berawal dari tekel keras Connor Wickham kepada pemain Everton Seamus Coleman di daerah terlarang, yang lantas diganjar tendangan penalti oleh wasit. Merespons putusan itu, sejumlah pemain Sunderland segera memprotes keras dengan mengelilingi wasit Mason.
Penalti itu sendiri tetap dilanjutkan, dan Leighton Baines berhasil mengeksekusinya untuk memberikan skor penyeimbang bagi Everton.
"Sunderland telah mengakui tuduhan pelanggaran oleh FA dan menerima sanksi denda standar sebesar 20.000 pound terkait pertandingan mereka melawan Everton pada 9 November 2014," ungkap pihak FA dalam keterangan resminya.
"Klub tersebut dikenai sanksi karena gagal memastikan para pemainnya bertindak sewajarnya pada menit ke-76 dalam pertandingan itu," sambung pihak FA. [Soccerway]
Berita Terkait
-
Elkan Baggott Dirumorkan Masuk Radar Bidikan Peminjaman dari Bolton Wanderers
-
Kata-kata Elkan Baggott Usai Kieran McKenna Putuskan Mundur dari Ipswich Town
-
Putra Djibril Cisse Resmi Teken Kontrak Profesional bersama Liverpool
-
Josko Gvardiol Dihadapkan pada Dua Pilihan, Bertahan di Manchester City atau Gabung Real Madrid
-
Joe Cole Dorong Chelsea Rekrut Marcus Rashford setelah Barcelona Mundur
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Publik Barat Tuding Selebrasi Gol Pemain Iran Mohammad Mohebi Provokatif, FIFA Didesak Hukum
-
Bikin Spanyol Tidak Berdaya, Kiper Cape Verde Kebanjiran Followers Jutaan
-
Dari Poster Ali Khamenei hinga Bendera Palestina Berkibar di Laga Iran vs Selandia Baru
-
Gagal Angkat Trofi di Medan, Mathew Baker Haru Bela Timnas Indonesia di Tempat Leluhur
-
Bukayo Saka Tegaskan Siap Tampil Lawan Kroasia, Tepis Keraguan soal Kondisi Fisik
-
CBF Bungkam! Kondisi Neymar Misterius, Hampir Pasti Tak Bakal Main di Piala Dunia 2026
-
Arab Saudi Tahan Uruguay, Al-Dawsari Tegaskan Green Falcons Bukan Tim Pelengkap Piala Dunia 2026
-
Isu Baku Hantam Ruang Ganti, Tunisia Pecat Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Wasit VAR Shaun Evans Bebas Sanksi FIFA, Gestur 'OK' Terbalik Bukan Simbol Supremasi Kulit Putih
-
Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026, Bendera Revolusi Berkibar di SoFi Stadium