Suara.com - Menyusul kata-kata berbau rasis yang dilontarkan sebelumnya melalui media sosial, striker Liverpool Mario Balotelli akhirnya meminta maaf. Melalui akun twitter pribadinya, pemain berjuluk Super Mario meminta maaf kepada mereka yang tersinggung oleh kata-katanya tersebut.
Menurut eks punggawa AC Milan, kata-kata antirasis tersebut hanyalah sebuah guyonan. Namun, Super Mario akhirnya menyadari bahwa apa yang dilakukannya adalah kesalahan.
"Saya minta maaf jika telah membuat banyak orang tersinggung. Kata-kata itu sebenarnya adalah guyon tentang antirasis," jelas pemain asal Italia.
"Saya mengerti sekarang kata-kata tersebut memiliki dampak yang tidak baik," sambungnya.
"Saya menggunakan gambar kartun milik orang lain karena terdapat gambar Super Mario, dan saya pikir itu lucu dan tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Sekali lagi saya minta maaf," sambungnya lagi.
Sebelumnya Balotelli memposting pada akun instragamnya miliknya karakter Super Mario, dengan tulisan : 'Don't be racist — be like Mario. He's an Italian plumber created by Japanese people who speaks English and looks like a Mexican.'
Di bawah gambar tersebut juga termasuk tulisan,'... jumps like a black man and grabs coins like a Jew.'Artinya ...melompat seperti orang kulit hitam dan mengambil koin seperti orang Yahudi.'
Atas perbuatannya tersebut, Balotelli tidak hanya banjir kecaman. Akan tetapi eks punggawa Manchester City tersebut juga diselidiki oleh FA. (Soccerway)
Berita Terkait
-
Mario Balotelli Belum Pensiun, Resmi Dikontrak Klub UEA Sampai 2028
-
Patrick Vieira Dipecat Genoa, Mario Balotelli: Karma Itu Nyata!
-
Mario Balotelli Sindir Timnas Italia: Main Tanpa Semangat, Aku Gak Suka
-
Mau Berperilaku Aneh dan Gila Sekali pun, 4 Pesepak Bola Ini Tak Mungkin Dibenci
-
Mario Balotelli Siap Comeback! Didekati Real Murcia, Maunya Gabung ke Real Madrid
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey