Suara.com - Seorang kapten tim sepakbola dipukuli sampai meninggal dunia oleh pemain dan pendukung tim lawan, menyusul pertandingan liga sepakbola strata ketiga Argentina yang berlangsung sengit. Hal itu antara lain seperti diungkapkan oleh kepolisian setempat pada Rabu (3/12/2014) atau Kamis WIB.
Pertandingan yang berlangsung Sabtu lalu antara Tiro Federal dan Chacharita, itu harus dihentikan selama 10 menit sebelum waktu normal, karena perkelahian di dalam lapangan antar-pemain. Kedua tim diketahui berasal dari Aimogasta, di kawasan barat laut Argentina.
Namun mirisnya, setelah pertandingan usai, Franco Nieto (33), kapten Tiro Federal, ternyata tiba-tiba saja diserang oleh sejumlah orang.
"(Yang menyerang) Termasuk pemain dari tim lawan, asisten pelatih, dan perusuh sepakbola," ungkap Kepala Polisi wilayah itu, Fabian Bordon, kepada saluran televisi TN.
"Orang-orang datang untuk mengejeknya. Mereka menendangi dan memukulinya. Ia berusaha membela diri, namun ia mendapat hantaman di kepala. Ia dioperasi pada Selasa, dan meninggal dunia hari ini," turut Pablo Nieto, keponakan korban, kepada TN pula.
Kekerasan di luar lapangan terkait sepakbola di Argentina, dilaporkan telah menimbulkan 15 kematian sejak awal tahun. Menurut organisasi non-pemerintah, Salvemos al Futbol, ini berarti ada penambahan sebesar tiga kali lipat dari periode yang sama pada 2013. [Antara/AFP]
Berita Terkait
-
Pemain Klub Orang Indonesia Bakal Warisi Nomor 10 Lionel Messi di Argentina
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
-
Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai
-
Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves
-
4 Orang Tewas di Penembakan Siswa di Sekolah Katolik Filipina, 9 Orang Luka
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
Saddil Ramdani Beri Sinyal Cabut dari Persib, Pesannya Bikin Bobotoh Terdiam
-
5 Rekomendasi Cushion Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Mulai Rp80 Ribu
-
Tak Cuma Pekerja Kreatif yang Underpaid, Sistem Kerja Kita Emang Bermasalah
-
Komnas HAM Bergerak, Usut Kekerasan di Demo 27 Agustus dan Kematian Bambang Setiawan
-
Apakah Air Mawar Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Cek Dulu Faktanya
-
Pebalap Astra Honda Racing Team Siap Taklukkan Sirkuit Sepang Malaysia
-
Ulasan Baby Udon: Sentuhan Cinta Lintas Budaya yang Amat Menguras Air Mata
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Mengenal Bangun Datar yang Tidak Memiliki Simetri Lipat dan Contohnya
-
Bukan Disekap! Lansia di Penjaringan Kunci ART 2 Jam Karena Pergi Terapi Kesehatan