News / Internasional
Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:59 WIB
Empat orang tewas dan sembilan luka akibat penembakan di SMA Ateneo de Zamboanga Filipina. (Anadolu)
Baca 10 detik
  • Penembakan di sekolah menengah Ateneo de Zamboanga Filipina menewaskan empat orang dan melukai sembilan lainnya.

  • Pelaku merupakan siswa kelas empat sekolah menengah yang membawa pistol dan senapan ke dalam kelas.

  • Polisi dan NBI tengah menyelidiki motif penembakan serta mengevaluasi potensi kelalaian sistem keamanan.

Suara.com - Sebanyak 4 orang dilaporkan tewas dalam serangan penembakan sekolah Katolik Filipina Selatan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada Selasa pagi. peristiwa berdarah ini merenggut empat nyawa termasuk pelaku serta melukai sembilan orang lainnya secara mendadak.

Aksi brutal seorang murid senior ini mengejutkan publik karena senjata api laras panjang dan pendek berhasil lolos masuk ke dalam kawasan institusi pendidikan. Korban tewas terkonfirmasi mencakup dua orang pelajar terlatih serta dua petugas keamanan yang sedang menjaga gerbang sekolah.

Kabar mengenai identitas pelaku mulai terkuak berdasarkan penelusuran otoritas keamanan setempat. Remaja laki-laki kelas empat sekolah menengah tersebut diketahui merupakan anak dari seorang pejabat publik di Kantor Bea Cukai Zamboanga City.

Ilustrasi penembakan

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku membawa pistol serta senapan ke dalam ruangan kelas. Tanpa adanya provokasi awal, pelaku langsung melepaskan tembakan secara acak ke arah rekan-rekan sekelasnya.

Wali Kota Zamboanga mengonfirmasi status akademis dari pihak-pihak yang terlibat dalam tragedi berdarah ini.

"Pelaku penembakan dan korbannya adalah siswa di sekolah swasta yang dikelola oleh Yesuit," kata Wali Kota Khymer Adan Olaso, begitu menurut laporan Anadolu, Selasa (18/8/2026).

Kepanikan luar biasa langsung melanda area sekolah begitu letusan senjata pertama terdengar membahana. Sejumlah rekaman video memperlihatkan para siswa berlarian keluar gedung untuk menyelamatkan diri dari ancaman maut.

Sembilan korban yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat guna perawatan darurat. Otoritas hingga kini belum merilis identitas resmi seluruh korban demi menjaga privasi keluarga.

Aparat kepolisian bersama tim penyidik National Bureau of Investigation masih bersiaga penuh di tempat kejadian perkara. Petugas terus menyisir setiap sudut lokasi guna memetakan kronologi detail dari tragedi mematikan ini.

Baca Juga: Lagi! Penembakan Sekolah Katholik di Filipina, Siswa SMP Tewas

Penyelidikan mendalam difokuskan untuk membedah motif utama penembakan serta mengevaluasi celah keamanan sekolah. Pihak berwenang berjanji akan membongkar bagaimana senjata api tersebut bisa dibawa masuk tanpa terdeteksi petugas.

Peristiwa ini menjadi catatan kelam bagi sektor pendidikan Filipina, khususnya wilayah Zamboanga City. Publik mendesak pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pemantauan akses masuk lingkungan sekolah swasta maupun negeri.

Load More