Suara.com - Setelah melalui perjuangan panjang, Napoli akhirnya keluar sebagai juara Piala Super Italia. Bermain imbang 2-2 hingga 120 menit, Partenopei memastikan trofi Piala Super Italia keduanya lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 6-5.
Penjaga gawang Napoli, Rafael keluar sebagai pahlawan kemenangan Partenopei setelah berhasil menggagalkan upaya empat penendang Juventus.
Jalannya Pertandingan
Menghadapi Napoli di Jassim Bin Hamad Stadium, Juventus langsung membuka keunggulan di awal pertandingan. Lima menit bola bergulir di babak pertama, Carlos Tevez mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol, Napoli mencoba membalas. Memasuki menit 16, Partenopei nyaris menyeimbangkan kedudukan jika saja sepakan Hamsik tidak membentur tiang gawang.
Di menit 32, Juve balik mengancam. Mendapat ruang tembak, Pirlo melepaskan tendangan keras dari jarak jauh. Sayang peluang tersebut kandas setelah bola berhasil diamankan Rafael.
Tekanan terus dilancarkan Juventus di sisa waktu babak pertama. Namun upaya yang dilakukan Pirlo, Tevez dan Llorente belum mampu memperbesar keunggulan Juve. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Napoli yang meningkatkan tempo permainan berhasil menebar ancaman. Berulang kali menggedor pertahanan Bianconeri, gawang Buffon akhirnya bergetar di menit 68.
Menyambut sodoran bola dari De Guzman, Gonzalo Higuain berhasil menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1.
Skor imbang 1-1 menjadikan laga semakin ketat. Si Nyonya Tua yang kembali mendominasi penguasaan bola terus mencari gol kemenangan.
Jelang berakhirnya waktu normal pertandingan, Vidal mendapat peluang untuk mengubah kedudukan. Lolos dari kawalan pemain Napoli, gelandang asal Cile mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan keras. Beruntung bagi skuat Rafael Benitez, bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 1-1 tetap bertahan. Pertandingan pun dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.
Enam menit bola bergulir di 15 menit pertama babak tambahan waktu, Juve nyaris mengubah kedudukan. Menusuk ke jantung pertahanan Napoli, Tevez melepas umpan cantik kepada Pereyra. Namun Pereyra gagal memanfaatkan peluang tersebut karena sontekannya terlalu lemah.
Memasuki menit 106, perjuangan barisan depan Bianconeri akhirnya terbayar. Menerima sodoran bola dari Pogba, Tevez yang bergerak cepat di jantung pertahanan Napoli akhirnya kembali membawa Juventus memimpin setelah sukses menyarangkan bola ke sudut kiri gawang Rafael. Papan skor berubah 2-1.
Lima menit breselang, Higuain berpeluang untuk memaksakan hasil imbang. Lolos dari kawalan bek Juventus, Higuain melepas tendangan keras ke arah gawang. Sayang peluang untuk menyeimbangkan kedudukan kandas setelah Buffon dengan tepat membaca arah bola.
Namun, dua menit jelang laga usai, kemenangan Juventus yang sudah berada di depan mata kandas. Higuain kembali menyeimbangkan kedudukan menjadi 2-2 di menit 118. Pemenang pun ditentukan lewat adu penalti.
Jorginho yang maju sebagai eksekutor pertama bagi Napoli gagal melakukan tugasnya setelah bola berhasil dimentahkan Buffon. Begitu pula di kubu Juventus. Tevez yang maju sebagai penendang pertama gagal menyarangkan bola.
Arturo Vidal, Paul Pogba, Faouzi Ghoulam dan Raul Albiol yang maju sebagai eksekutor kedua dan ketiga berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Begitu pula penendang keempat masing-masing kubu, Claudio Marchisio dan Gokhan Inler.
Hingga penendang keenam, kedudukan masih imbang. Para algojo berhasil menyarangkan bola. Sementara para penendang ketujuh dan kedelapan kedua tim gagal.
Drama adu penalti pun berakhir di kaki eksekutor ke-9. Koulibaly berhasil mencetak gol sementara eksekutor Juventus, Simone Padoin, gagal. Dengan demikian, Napoli keluar sebagai juara dengan skor akhir adu penalti 6-5.
Susunan Pemain:
Juventus (4-3-1-2): Buffon; Lichtsteiner, Bonucci, Chiellini, Evra; Marchisio, Pirlo, Pogba; Vidal; Tevez, Llorente.
Cadangan: Storari, Rubingo, Ogbonna, Romagna, Padoin, Mattiello, Pepe, Pereyra, Coman, Giovinco, Morata.
Napoli (4-2-3-1): Rafael; Maggio, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; David Lopez, Gargano; Callejon, Hamsik, De Guzman; Higuain.
Cadangan: Colombo, Andujar, Henrique, Britos, Luperto, Jorginho, Mesto, Radosevic, Inler, Mertens, Romano, Zapata
Berita Terkait
-
Aston Villa Bidik Kiper Timnas Jepang untuk Gantikan Emil Martinez
-
Berstatus Bebas Transfer, Juventus Pertimbangkan Rekrut John Stones
-
Juventus Berhasrat Boyong Rekan Duet Jay Idzes
-
Juventus Masih Negosiasi dengan Aston Villa untuk Datangkan Emiliano Martinez
-
Presiden Napoli Beri Peringatan Keras kepada Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan