Suara.com - Hari ini, 29 tahun yang lalu, Gregory Junior Nwokolo lahir di Enugu, Nigeria. Striker yang lebih akrab disapa Greg Nwokolo ini adalah pemain naturalisasi asal Nigeria yang kini memperkuat klub Persija Jakarta.
Anda tentu belum lupa pada sebuah laga yang mempertemukan anak-anak terbaik bangsa dengan David Beckham dan LA Galaxy-nya di Stadion Utama Gelora Bung Karno tahun 2011 silam. Di posisi striker, ada sosok yang cukup menarik perhatian.
Dia adalah Greg Nwokolo, pemain berkebangsaan Nigeria yang baru satu bulan dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia. Bersama Indonesia Selection, laga itu menjadi penampilan perdananya membela tim Merah Putih.
Tujuh tahun sebelum menjadi pemain naturalisasi, Nwokolo mengawali kariernya di Indonesia sebagai punggawa Persijatim Solo FC. Sebelumnya, juru gedor asal benua hitam itu sudah lebih dahulu merasakan atmosfer kompetisi Asia di sebuah klub Singapura, Tampines Rovers.
Baru setengah tahun bermain di Solo FC, Nwokolo kembali ke Singapura untuk membela klub Singapore Armed Forces FC. Namun, lagi-lagi Nwokolo pindah ke Indonesia pada tahun 2006.
Semenjak saat itu, Nwokolo pindah dari satu klub ke klub lainnya di Indonesia, termasuk satu klub asal Portugal, Olhanense. Beberapa klub tanah air yang pernah diperkuat striker bertinggi badan 175 sentimeter antara lain PSIS Semarang, PSMS Medan, Persis Solo, Persija Jakarta, Pelita Jaya, Arema Cronous, dan Persebaya Surabaya.
Sayang, bomber yang doyan tampil dengan gaya trendi itu sempat mengalami masa-masa tidak menyenangkan ketika membela Persebaya. Apalagi jika bukan gaji yang telat dibayarkan. Bergabung kembali dengan skuat Rahmad Darmawan sejak 5 Desember 2014, Nwokolo bisa dibilang 'pulang kampung'. Sebab, ini adalah kali ketiganya pemain bertubuh kekar itu memperkuat Macan Kemayoran. Ia pernah memperkuat Persija pada musim kompetisi 2008/2009 dan 2010/2011. Bersama Aliyudin dan Bambang Pamungkas, Nwokolo pernah menjadi trio striker tersubur di Liga Indonesia.
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung