Suara.com - Hari ini, 29 tahun yang lalu, David Josue Jimenez Silva lahir di Arguineguin, Spanyol. David Silva adalah punggawa Tim Matador Spanyol yang kini jadi playmaker Manchester City.
Silva bukanlah playmaker biasa. Sebagai gelandang, peran Silva dalam klub yang ia bela bak 'tongkat ajaib', membuka kunci barisan pertahanan lawan untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya di lini depan. Kelihaiannya melakukan dribbling, passing, dan finishing, membuatnya tak cuma cocok sebagai gelandang, tetapi juga striker, winger, atau striker bayangan.
Itu terbukti lewat penampilan Silva saat striker City Kun Aguero dibekap cedera. Ditarik ke posisi nomor 10, Silva mampu memberikan permainan terbaiknya. Bersama James Milner, Samir Nasri, dan Jesus Navas, Silva cukup mampu membuat gentar deretan bek lawan. Dipadu dengan sang jago finisher Aguero di depan, mereka jadi skuat yang patut diperhitungkan di daratan Inggris.
Silva sudah fokus bermain bola sejak bergabung dengan klub UD San Fernando. Sebelum jadi gelandang, Silva malah berjaga di bawah mistar gawang sebagai kiper. Talenta Silva dipoles oleh tim muda Valencia. Debut profesionalnya dimulai di klub kasta kedua Spanyol, Eibar, sebagai pemain pinjaman. Selepas dari Eibar, Silva dipinjamkan ke Celta sampai akhirnya jadi punggawa tim utama Valencia pada 2006. Musim keduanya bersama Valencia, Silva mempersembahkan trofi Copa del Rey.
Dipinang Manchester City pada 2010, Silva kian menunjukkan kelasnya. Kian dikenal pula dirinya di dunia sepak bola internasional. Silva mencicipi gelar Liga Premier pertamanya pada musim 2011/2012. Gelar itu pula ia raih di musim 2013/2014 saat skuatnya diasuh manajer asal Chile, Manuel Pellegrini.
Chino, Merlin, atau El Mago, begitu ia dijuluki rekan dan fansnya. Pemain dengan banyak julukan itu adalah salah satu punggawa La Furia Roja yang memenangi tiga turnamen internasional berturut-turut, yakni Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Silva punya kebiasaan unik. Ia selalu mencium tato nama sepupunya Cynthia di pergelangan tangannya saat mencetak gol. Ia melakukan itu untuk mengenang sang sepupu yang meninggal di usia 5 tahun karena kanker.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
Terkini
-
Legenda Persib Bandung Berharap John Herdman Bisa Lebih dari Shin Tae-yong
-
Siapa Layvin Kurzawa? Bek PSG Dikabarkan ke Persib Bandung
-
Layvin Kurzawa Jadi Pemain Termahal Super League Jika Gabung Persib Bandung?
-
Prediksi Skor Inter Milan vs Arsenal: Duel Sengit di San Siro, Ujian Berat The Gunners
-
Bhayangkara FC Resmi Rekrut 3 Pemain Asing Baru Untuk Perkuat Lini Serang, Siapa Saja?
-
Bojan Hodak Bakal Rombak Tim, Siap-siap Pemain Persib Bandung Ada yang Digeser
-
John Herdman Tukangi Timnas Indonesia, Fajar Fathurrahman Incar Satu Posisi Utama
-
Kebijakan Jordi Cruyff Buka Jalan Dean James Direkrut Ajax Amsterdam
-
Ingin Pertahankan Puncak Klasemen, Eliano Reijnders Butuh Dukungan Bobotoh
-
Beckham Putra Akui Dapat Bisikan Khusus dari John Herdman, Apa Itu?