Suara.com - Hari ini, 68 tahun silam, Carles Rexach i Cerda lahir di Pedralbes, Spanyol. Lelaki yang akrab disapa Charly ini adalah mantan pesepakbola Spanyol yang pernah jadi salah satu bintang Barcelona di era tahun 70-an.
Rexach mengawali karier seniornya di lapangan hijau pada tahun 1965 bersama Deportivo Condal, klub asal Barcelona yang akhirnya dibubarkan pada tahun 1970. Dua tahun di Condal, Rexach hengkang ke Barcelona, pulang ke klub yang memoles talentanya sejak usia 12 tahun.
Bersama bintang asal Belanda, Johan Cruyff, Rexach membantu Blaugrana meraih trofi La Liga pertamanya pada 1974, setelah puasa gelar selama 14 tahun. Tujuh belas musim bersama Tim Katalan, Rexach mengemas 197 gol dari 656 laga yang dilakoninya, menempatkannya di peringkat delapan pada deretan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Azulgrana.
Gantung sepatu, Rexach ditunjuk sebagai asisten pelatih Luis Aragones pada 1987-1988 dan menjadi manajer sementara menyusul kepergian Aragones. Ketika Johan Cruyff ditunjuk sebagai pengganti Aragones, Rexach tetap jadi asisten. Sekali lagi, bersama Cruyff, Rexach mengantar Barcelona ke kejayaannya pada tahun 1988 hingga 1966, masa yang disebut-sebut sebagai era Dream Team. Bedanya, kali ini, mereka menjadi pelatih, bukan pemain.
Saat Bobby Robson mengambil alih kursi kepelatihan El Barca, Rexach ditugaskan menjadi agen pencari bakat. Saat melanglang buana ke negeri orang itulah, Rexach menemukan bakat-bakat muda bagi Barcelona. Ketika bertandang ke Negeri Tango Argentina, Rexach menemukan Lionel Messi, bocah kurus berusia 13 tahun yang bermain untuk tim muda River Plate. Dengan sehelai serbet makan, Rexach mengontrak si calon bintang dan memboyongnya ke Camp Nou. Tanpa kejelian seorang Rexach, Barca mungkin tak akan pernah punya pemain berjuluk "Si Kutu" itu.
Sempat melatih klub Jepang, Yokohama Flugels, selama dua musim, Rexach kembali melatih Barca pada tahun 2001. Sayang, Rexach dinilai gagal mempertahankan pamor Barca. Dipecundangi Real Madrid 3-1 di final Liga Champions, serta dikalahkan klub-klub kasta ketiga Spanyol di ajang Copa del Rey dan Copa Catalunya, Barca ibarat jawara yang kehilangan kesaktian. Rexach pun harus rela digantikan posisinya oleh Louis van Gaal.
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aston Villa Siap Jalani Laga Perdana di Indonesia, Indonesia All Stars Bertekad Beri Perlawanan
-
DPR Ingatkan Bahaya El Nino: Waspada Heat Stroke, Dehidrasi, Hingga Gangguan Gizi
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
5 Buku Rekomendasi Wonwoo SEVENTEEN, Ada yang Sudah Kamu Baca?
-
Tarif Listrik PLN per 1 Agustus 2026, Cek Tarif per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan
-
Menyelami 150 Tahun Sejarah Indonesia dalam Semalam Bersama Lembu Semar
-
Kesan Pertama Jajal Langsung Kia Sonet di GIIAS 2026
-
SF Hariyanto: Tidak Ada Pemberhentian PPPK di Riau
-
7 Tanda Kulit Rusak Akibat Tidak Memakai Sunscreen secara Rutin
-
Dikira Enak Hidup di Spanyol, Migran Maroko Pilih Balik Kanan karena Kelaparan di Enklave Ceuta