Suara.com - Stamford Bridge akan kembali menjadi saksi rivalitas dua tim besar di Britania Raya saat Chelsea menjamu Liverpool di leg kedua babak semifinal Capital One Cup atau Piala Liga. Laga yang akan dihelat Rabu (28/1/2015) dini hari WIB, tidak hanya menyajikan persaingan dua kandidat juara Liga Premier musim lalu. Akan tetapi juga menjadi ajang pembuktian diri manajer kedua kubu.
Seperti diketahui, manajer Liverpool Brendan Rodgers merupakan murid dari Jose Mourinho saat menukangi Chelsea di tahun 2004 lalu. Fakta tersebut, tentunya menjadikan rivalitas keduanya semakin sengit.
Sejak Jose Mourinho kembali mengisi tampuk pimpinan di Stamford Bridge di musim 2013/14, Liverpool belum pernah sekalipun mengalahkan The Blues. Berdasarkan catatan pertemuan kedua tim sejak musim itu, kedua tim telah bertemu empat kali, tiga di Liga Premier dan satu di ajang Capital One Cup.
Musim lalu, Mourinho berhasil memimpin timnya meraih kemenangan ganda atas Liverpool. Di pertemuan pertama pada akhir Desember 2013, The Blues berhasil menaklukkan The Reds 2-1 di Stamford Bridge.
Pada bulan April tahun lalu, Rodgers berpeluang untuk membalas kekalahan saat timnya menjamu Chelsea di Anfield. Namun, peluang tersebut kandas setelah Demba Ba dan Willian menyudahi laga dengan skor 2-0 bagi The Blues.
Kekalahan Rodgers dari sang guru berlanjut di musim ini. Di pertemuan pertama di Liga Premier pada 8 November 2014, Rodgers harus mengakui keunggulan strategi Mou setelah kembali ditumbangkan di Anfield dengan skor 1-2.
Musim ini kedua tim kembali berhadapan di leg pertama babak semifinal Capital One Cup. Pada pertandingan di Anfield pekan lalu (21/1/2015), Rodgers berhasil meraih hasil terbaik atas Chelsea-nya Mourinho dengan bermain imbang 1-1.
Rabu (28/1/2015) dini hari WIB, kedua tim kembali bertemu di leg kedua guna memperebutkan tiket ke babak final. Dalam kunjungannya ke Stamford Bridge kali ini, mampukah Rodgers menundukkan strategi sang guru untuk pertama kalinya?
Berita Terkait
-
Nicky Butt Percaya Jose Mourinho Pelatih yang Cocok untuk Tangani Manchester United
-
Jose Mourinho Sebatas Rumor, Newcastle United Tegaskan Posisi Eddie Howe Aman
-
Singkirkan Duo Pelatih Top, Cara Sempurna Alvaro Arbeloa Bungkam Kritik
-
Alvaro Arbeloa Luapkan Isi Hati usai Singkirkan Jose Mourinho dan Pep Guardiola
-
Jose Mourinho: Jika Terbukti Rasis, Karier Gianluca Prestianni Tamat!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Obrolan Kamar Dony Tri Pamungkas dan Rizky Ridho yang Bangkitkan Semangat Juang Timnas Indonesia
-
Pep Guardiola Ingin Tinggalkan Manchester City, Klub Mulai Siapkan Skenario
-
Nicky Butt Percaya Jose Mourinho Pelatih yang Cocok untuk Tangani Manchester United
-
Pengakuan Jujur Dony Tri Pamungkas Usai Bikin Pemain Bulgaria Bertubrukan di GBK
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032
-
Thomas Tuchel Peringkatkan Phil Foden, Bisa Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026
-
Adem Ayem, Legenda Futsal Indonesia Puji Sosok Hector Souto
-
Belum Aman dari Degradasi, PSIM Yogyakarta Bidik Poin di Kandang Dewa United
-
Dony Tri Pamungkas Jawab Rumor Abroad Ke Eropa Setelah Dapat Wejangan Khusus dari Calvin Verdonk
-
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina Mundur dari Kursi Ketum FIGC