Bola / Liga Inggris
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:48 WIB
Cari Selamat? Guardiola Tinggalkan Manchester City di Tengah 115 Dakwaan Finansial [Tankap layar X]
Baca 10 detik
  • Pep Guardiola berpotensi meninggalkan Manchester City akhir musim ini di tengah ketidakpastian masa depan karier kepelatihannya tersebut.
  • Manchester City menghadapi 115 dakwaan pelanggaran finansial Premier League periode 2009 hingga 2018 terkait manipulasi laporan keuangan klub.
  • Dugaan pelanggaran tersebut mengancam warisan prestasi Guardiola meski pihak klub telah membantah seluruh tuduhan secara tegas sejak 2023.

Suara.com - Masa depan Pep Guardiola bersama Manchester City kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa sang pelatih kemungkinan hengkang pada akhir musim ini.

Di balik sederet trofi dan dominasi Manchester City dalam satu dekade terakhir, bayang-bayang 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League terus menghantui warisan Guardiola di sepak bola Inggris.

Selama 10 musim menangani City, Guardiola membawa klub meraih enam gelar Premier League, termasuk rekor empat gelar beruntun, serta trofi Liga Champions dan treble winners bersejarah pada 2023.

Namun, hingga kini komisi independen belum mengumumkan putusan terkait kasus dugaan pelanggaran finansial yang menjerat klub sejak 2023.

Dakwaan tersebut mencakup dugaan manipulasi informasi keuangan, pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP), hingga pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan liga dalam periode 2009 hingga 2018.

Manchester City saat mengalahkan Southampton. (Instagram/@mancity)

Meski tidak ada tuduhan langsung terhadap Guardiola, sebagian periode yang diselidiki terjadi saat pelatih asal Spanyol itu sudah berada di Stadion Etihad.

Kasus ini bermula dari bocoran dokumen internal yang dipublikasikan media Jerman Der Spiegel pada 2018.

Manchester City dituduh menyamarkan investasi langsung dari pemilik klub, Sheikh Mansour, melalui sponsor seperti Etihad dan Etisalat demi memenuhi aturan FFP UEFA dan Premier League.

Selain itu, muncul pula tuduhan pembayaran tersembunyi kepada mantan pelatih Roberto Mancini dan dugaan manipulasi pengeluaran pemain agar neraca keuangan terlihat lebih sehat.

Baca Juga: Jelang Laga Krusial Manchester City, Mikel Arteta Mendadak Jadi Suporter Bournemouth

Manchester City berkali-kali membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut kebocoran dokumen sebagai upaya merusak reputasi klub.

Jika nantinya Manchester City dinyatakan bersalah, banyak pihak meyakini pencapaian Guardiola akan terus diperdebatkan.

Rival-rival City menilai dugaan pelanggaran finansial memberi keuntungan besar dalam membangun skuad bertabur bintang yang mendominasi Inggris selama bertahun-tahun.

Mantan pelatih Chelsea dan Manchester United, Jose Mourinho, bahkan pernah menyindir bahwa dirinya memenangkan gelar Premier League secara adil dan bersih.

Guardiola sendiri selalu membela manajemen City. Pada 2022, ia menegaskan akan meninggalkan klub jika merasa dibohongi oleh petinggi Manchester City.

“Mereka menjelaskan semuanya dan saya percaya kepada mereka,” bela Guardiola seperti dilansir dari BBC.

Load More