Suara.com - Hari ini, 46 tahun yang lalu, Gabriel Batistuta lahir di Reconquista, Argentina. Lelaki bernama lengkap Gabriel Omar Batistuta itu adalah veteran pemain timnas Argentina yang pernah menjadi bintang di Italia.
Batigol, demikian julukan striker ini di masa jayanya. Julukan itu diberikan lantaran produktivitas golnya yang luar biasa mengagumkan. Sepanjang karier sepak bola seniornya sejak tahun 1988 hingga tahun 2005, Batigol sudah mencetak 246 gol dari total 386 laga yang ia lakoni bersama tujuh klub.
Batistuta menghabiskan sebagian besar waktunya di lapangan hijau bersama klub Serie A, Fiorentina. Sedikitnya 168 gol ia cetak dalam 269 laga yang ia mainkan bersama klub berjuluk La Viola itu. Sembilan musim bersama klub asal Kota Florence itu, Batigol sekali membantu merebut juara Serie B, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana.
Striker yang dibesarkan klub lokal Argentina, Newell's Old Boys, itu punya tempat tersendiri di hati para fans La Viola. Ketika Fiorentina terdegradasi ke Serie B, alih-alih hengkang, Batigol memilih tinggal. Ia bahkan membantu klub tersebut kembali ke Serie A setahun kemudian. Saking cintanya pada Batigol, para fans mendirikan sebuah patung perunggu sebagai penghormatan kepada dirinya.
Selepas dari Fiorentina, Batigol hijrah ke AS Roma. Tiga musim bersama klub ibu kota, striker yang memiliki selebrasi khas seperti orang menembak usai mencetak gol itu, mempersembahkan gelar Scudetto pada tahun 2000, gelar juara Serie A pertama yang diraih Giallorossi sejak tahun 1983.
Saat ini, namanya berada pada rangking sebelas di deretan top skorer Serie A sepanjang masa dengan torehan 184 gol dari 318 laga. Di Argentina, negara asalnya, namanya masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah yakni 56 gol dalam 78 pertandingan.
Striker paling komplit, begitulah reputasi yang ia dapat di eranya. Selain haus gol, kemampuannya melakukan finishing juga cukup diakui. Belum lagi kelihaiannya mencetak gol lewat sundulan, juga kepiawaiannya melakukan tendangan bebas.
Batigol gantung sepatu pada tahun 2005 setelah dua musim bermain membela Al Arabi, sebuah klub asal Qatar.
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Pelatih Senegal Pape Thiaw: Salat Dulu Baru Piala Dunia
-
Start Apik di Piala Dunia 2026, Salem Al-Dawsari Syukuri Hasil Imbang Lawan Uruguay
-
Persebaya Rekrut 5 Pemain Sekaligus, Daftarnya Bukan Kaleng-kaleng!
-
Hadapi Irak, Pelatih Norwegia: Erling Haaland Senjata Mematikan
-
Satu Musim Berkesan di Laskar Mataram, Donny Warmerdam Resmi Pamit dari PSIM Yogyakarta
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Sosok Penting Persija Jakarta Cabut Gabung Persis Solo
-
FIFA Paksa Iran Tinggalkan AS! Pencitraan Infantino, Masuk Ruang Ganti Ucap Kata Ini
-
Profil Persikad Depok: Klub Liga 2 Championship, Nagina Slavina Dikabarkan Jadi Presidennya
-
Erick Thohir Bocorkan Road Map Timnas Indonesia hingga 2031, Piala Dunia Target Utama