Suara.com - Tersingkirnya Manchester City membuat tidak ada klub Inggris yang bermain di perempat final Liga Champions. Lalu apa yang salah dengan kompetisi Premier League sehingga tidak ada ada klub yang bisa lolos ke perempat final.
City menjadi tim Inggris yang tersisa harus terdepan di ajang pentas bergengsi Eropa. Setelah tumbang 1-2 dari Barcelona di leg pertama di depan pendukungnya sendiri, City kembali menelan kekalahan 1-0 di Camp Nou dan membuat mereka tersingkir dengan agregat 1-3.
Kegagalan itu membuat City mengikuti jejak Arsenal dan Chelsea yang lebih dulu tersingkir di babak 16 besar. The Gunners gagal melaju karena kalah agresivitas gol tandang menyusul agregat 3-3, hal yang sama juga terjadi pada Chelsea yang berakhir agregat 3-3 dari Paris St Germain.
Seperti dilansir Mr Chip, ini adalah kedua kalinya dalam dua musim (2012/13, 2014/15) tidak ada tim Inggris di babak perempat final Liga Champions. Ini juga pertama kalinya dalam sejarah Liga Champions tiga tim Inggris tersingkir dalam satu babak Liga Champions.
Tentu saja, tidak ada adanya wakil Inggris di babak perempat final Liga Champions menjadi sorotan. Saat musim 2012/13, ketika Arsenal dan Manchester United tersingkir di babak 16 besar tidak ada penjelasan yang pasti mengenai kemerosotan tim - tim Inggris di pentas Eropa
Namun, mantan manajer MU Alex Ferguson, manajer Arsenal Arsene Wenger dan manajer Chelsea Jose Mourinho, selalu menekankan jedah di musim dingin. Usai tersingkir dari Liga Champions, manajer City Manuel Pellegrini juga menyatakan hal yang sama mengenai padatnya pertandingan di musim dingin.
"Desember dan Januari adalah bulan yang sangat berat karena banyaknya pertandingan. Anda akan mencapai bagian penting dari musim ini dan Anda tidak dalam kondisi optimal karena tidak ada istirahat musim dingin seperti di negara lain," ungkap Pellegrini seperti dilansir Daily Mail.
"Sepakbola Inggris memberikan liga lain keuntungan. Ada beberapa tradisi yang tidak bisa diubah saya menyadari bahwa Boxing Day tidak bisa negosiasikan. Tapi Anda tidak bisa bermain sembilan laga pada bulan Desember dan 9 bulan Januari. Anda harus berhenti di beberapa titik," tukasnya.
Berita Terkait
-
Ketajaman Erling Haaland Menghancurkan Senegal Sekaligus Mengukir Rekor Piala Dunia 2026
-
Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap, Gabung Klub Peserta Kualifikasi Liga Champions
-
Resmi! Bernardo Silva Gabung Real Madrid, Rekrutan Anyar Jose Mourinho
-
Fakta Mencengangkan di Balik Brace Erling Haaland Saat Norwegia Hajar Irak 4-1
-
Thomas Tuchel Nasihati Elliot Anderson untuk Tetap Rendah Hati
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Pesan Bijak Cristiano Ronaldo Untuk Portugal Jelang Laga Penentuan Lawan Kolombia
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
3 Negara yang Pernah Dibantai Portugal dengan 5+ Gol di Piala Dunia
-
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Adu Penalti Bisa Berubah Total! FIFA Ajukan Regulasi Baru untuk Piala Dunia 2026
-
Timnas Indonesia Disebut-sebut Segera Naturalisasi Gelandang Keturunan Jerman
-
Hanya Kalah dari Messi dan Ronaldo, Luka Modric Ukir Sejarah Spesial di Piala Dunia 2026
-
Heboh Pub Favorit Pendukung Skotlandia di Boston Tutup Saat Hari Pertandingan Inggris