- Timnas futsal putra Indonesia naik ke peringkat 14 dunia dengan 1.269,82 poin berdasarkan rilis resmi FIFA, Jumat (8/5/2026).
- Peningkatan peringkat terjadi berkat prestasi tim mencapai final Piala Asia Futsal AFC 2026 setelah menaklukkan Vietnam dan Jepang.
- Sebaliknya, peringkat timnas futsal putri Indonesia turun tiga posisi ke urutan 21 dunia dengan total 1.033,44 poin.
Suara.com - Timnas Futsal putra Indonesia melonjak 10 peringkat ke posisi 14 dunia dalam ranking terbaru FIFA yang dirilis pada Jumat (8/5/2026).
Sebelumnya, skuad Garuda berada di posisi ke-24 dunia. Kini Indonesia mengoleksi 1.269,82 poin dan menjadi negara peringkat keempat terbaik di Asia.
Di kawasan Asia, Indonesia hanya kalah dari Iran yang berada di posisi teratas dengan 1.507,71 poin, kemudian Thailand dengan 1.354,78 poin, serta Jepang yang mengumpulkan 1.315,11 poin.
Lonjakan peringkat Indonesia tidak lepas dari keberhasilan tim asuhan Hector Souto mencapai final Piala Asia Futsal AFC 2026.
Dalam perjalanan menuju final, Indonesia mampu menaklukkan tim kuat seperti Tim nasional futsal Vietnam dan Jepang.
Pada laga puncak, Indonesia harus mengakui keunggulan Iran lewat drama adu penalti dengan skor 4-5 setelah bermain imbang 5-5.
Selain itu, Indonesia juga berhasil mencapai final Kejuaraan Futsal ASEAN 2026 meski akhirnya kalah 1-2 dari tuan rumah Thailand.
Sementara itu, posisi teratas ranking futsal putra FIFA masih ditempati Brasil yang baru saja menjuarai Copa America Futsal 2026. Posisi lima besar dunia kemudian dilengkapi Portugal, Spanyol, Argentina, dan Iran.
Di sektor putri, timnas futsal putri Indonesia turun tiga tingkat dari posisi 18 ke 21 dunia dengan raihan 1.033,44 poin.
Baca Juga: Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
Pada level Asia, futsal putri Indonesia menempati posisi ketujuh, tepat di bawah China. Jepang masih menjadi tim terbaik Asia diikuti Thailand, Iran, Vietnam, dan Taiwan.
(Antara)
Berita Terkait
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Meninggal di Amerika, Ini Penyebab Komposer Legendaris James F. Sundah Tutup Usia
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati