Suara.com - PSSI menyambut baik hasil keputusan rapat kerja (raker) Komisi X DPR RI dengan Menpora Imam Nahrawi terkait dengan permintaan Komisi X agar Menpora bertemu dengan PSSI untuk menemukan solusi atas situasi sepak bola Indonesia.
"Saya, atas nama PSSI menyambut baik hasil raker Komisi X DPR dengan Menpora. PSSI prinsipnya siap bertemu dengan Menpora untuk kepentingan sepak bola Indonesia," kata Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mattalitti seperti dilansir tim media PSSI di Jakarta, Kamis (11/6/2015).
Pertemuan Menpora dengan PSSI yang direncanakan sebelum 23 Juni 2015 itu diharapkan dapat mencapai kesepakatan bersama sehingga sanksi FIFA atas sepak bola Indonesia dapat dicabut.
Seperti diketahui sanksi FIFA atas sepak bola Indonesia dijatuhkan sejak 30 Mei 2015 lalu dan dipastikan akan dicabut apabila Kemenpora juga mencabut SK Pembekuan sehingga PSSI dapat beraktivitas seperti sebelumnya, terutama dalam melaksanakan kegiatan sepak bola.
Dalam suratnya, FIFA menjelaskan bahwa sanksi atas sepak bola Indonesia akan dicabut apabila empat hal yang menjadi perhatian FIFA terhadap sepak bola Indonesia telah dipenuhi, yakni: Pertama, Komite Eksekutif PSSI terpilih dapat menjalankan kepengurusannya secara independen tanpa intervensi dari pihak ketiga manapun, termasuk Kemenpora dan BOPI.
Kedua, tanggung jawab terhadap tim nasional Indonesia diserahkan kepada PSSI.
Ketiga, tanggung jawab terhadap kompetisi nasional diserahkan kepada PSSI dan operator liga yang ditunjuk, Keempat, klub yang sudah lolos verifikasi PSSI dan sesuai dengan regulasi PSSI Club Licensing dapat mengikuti kompetisi yang diadakan PSSI. (Antara)
Berita Terkait
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet
-
Geram Atlet Jadi Korban Pelecehan, Erick Thohir: Jahanam!
-
Momentum HUT NOC Indonesia: Satukan Visi Prestasi, dan Proteksi Atlet dari Kekerasan serta Pelecehan
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Rapor Impresif Sandy Walsh di ACL Elite, Agresif dan Berbahaya
-
Gelar Juara Semakin Menjauh, Mauricio Souza Bakal Evaluasi Pemain-pemain Persija
-
Bocor! Surat Pemanggilan TC Piala AFF 2026: Eksel Runtukahu Dipanggil Perdana
-
Beda Nasib Pemain Timnas di Inggris: Elkan Baggott Menuju Premier League, Ole Romeny Degradasi?
-
Arsenal vs Newcastle: Statistik Memihak The Gunners tapi The Magpies Siap Jadi Mimpi Buruk
-
Rentetan Cedera Kevin Diks Jadi Sorotan, Pelatih Monchengladbach Soroti Beban Kerja Tinggi
-
Rumor: Klub Raksasa Polandia Tertarik Boyong Dony Tri Pamungkas
-
Arsenal dan Atletico Madrid Bersaing Rekrut Julian Brandt
-
Rahasia Pola Makan Cristiano Ronaldo, Disiplin Tanpa Gula dan Susu
-
Utusan Trump Usul Iran Diganti Italia di Piala Dunia 2026, FIFA: Mereka Pasti Datang