Suara.com - Hari ini, 36 tahun yang lalu, Lancine Kone lahir di Pantai Gading. Lelaki bernama lengkap Lancine Sanogo Kone ini adalah gelandang yang memperkuat klub Persipura Jayapura.
Sejatinya, Kone masih terikat kontrak dengan Mutiara Hitam hingga akhir musim 2015/2016. Namun, pembubaran Tim Persipura oleh Manajemen Persipura membuat nasibnya tak menentu.
Ya, berawal dari tertundanya kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015, berujung pada dijatuhkannya sanksi FIFA kepada PSSI, dunia sepak bola Indonesia kacau balau. Banyak pemain yang banting setir, tak sedikit pula yang terpaksa menganggur.
Kone salah satunya. Seperti beberapa pemain Persipura lainnya, Kone memilih pulang kampung ke negaranya. Kone memutuskan menunggu sampai ada kejelasan soal penyelenggaraan kompetisi ISL di Indonesia.
Dalam sebuah wawancara dengan media lokal, Kone mengaku amat betah di klub Mutiara Hitam. Bahkan, jika bisa, ia ingin menunggu asal bisa berlaga bersama Persipura ketimbang buru-buru mencari klub di luar Indonesia yang mau menampungnya.
Namun, tak menutup kemungkinan ia akan hengkang dari Indonesia dan bermain di Maroko. Apalagi, ia sudah berpengalaman di negeri tersebut saat memperkuat KAC Marrakech dan Raja Casablanca.
Kone resmi bergabung dengan Persipura jelang bergulirnya ISL musim 2015/2016 yang nyatanya tidak pernah terlaksana. Kendati demikian, Kone sempat membuktikan kemampuannya dengan menyumbangkan tujuh gol di ajang Inter Island Cup dan dua gol di Piala AFC.
Sebelum merapat ke Stadion Mandala, Kone memperkuat Sriwijaya FC sejak tahun 2013. Sebelum berseragam Sriwijaya, Kone menjadi punggawa Persisam Putra Samarinda selama semusim. Deltras Sidoarjo adalah klub pertama yang ia bela di tanah air setelah diboyong dari Raja Casablanca.
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Ekspansi ke DIY, VinFast Resmikan Dealer Perdana di Sleman dan Promo Bebas Biaya Tukar Baterai
-
KPK Kejar Jejak Setoran Rp4,1 Miliar, Saksi Kasus Etik Suryani Mulai Diperiksa
-
Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?
-
Geisz Chalifah Dipanggil KPK, Kasus Gratifikasi Tambang Batu Bara Rita Widyasari Kembali Bergulir
-
Pekerja Bangunan di Blitar Meregang Nyawa Saat Memlester Dinding, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
A Spoonful of the Sea, Tradisi Ulang Tahun Korea yang Menghangatkan Hati
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Buku The Principles of Power: Seni Menguasai Pengaruh Secara Etis
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi