Suara.com - Asisten Deputi Pendidikan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) H Sukarno mengatakan PSSI dibekukan pemerintah melalui Menpora karena organisasi persepakbolaan nasional tersebut tidak mematuhi peraturan olahraga nasional.
"Menpora membekukan kegiataan PSSI, setelah tiga kali memberikan surat teguran kepada pengelola PSSI yang dinilai telah melanggar peraturan olah raga," ungkap Sukarno di Kendari, Senin (29/6).
Menurut dia, dalam surat teguran yang disampaikan kepada pengelola PSSI, Menpora meminta agar PSSI segera melengkapi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Selain itu, Menpora juga meminta pengelola PSSI untuk melengkapi organisasi tersebut dengan legalitas berupa akta notaris pendirian organisasi.
"Pelanggaran PSSI berupa ketiadaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi serta kepemilikkan akta notaris, hanya sebagian pelanggaran dari pengelola PSSI yang tidak diketahui oleh publik," katanya.
Selain pelanggaran tersebut kata dia, PSSI yang mengelola ISL juga tidak pernah membayar pajak pendapatan kepada negara.
Padahal ujarnya, dalam mengelola ISL, PSSI memperoleh pendapatan karena pengelolaan ISL menerapkan manajemen bisnis.
"Sebagai pengelola manajemen bisnis yang menerima dukungan dana dari sponsor, PSSI seharusnya membayar pajak pendapatan kepada negara," ujarnya.
Ia mengakui, pascapembekuan kegiatan PSSI, banyak pihak yang menuding bahwa pemerintah terlalu campur tangan dengan urusan PSSI.
Padahal, lanjutnya, pemerintah ikut campur tangan karena PSSI sendiri banyak menggunakan fasilitas pemerintah seperti lapangan bola atau kantor PSSI.
"Lapangan yang digunakan untuk main bola, lapangan bola milik pemerintah. Demikian pula dengan gedung kantor yang dipakai PSSI, gedung milik pemerintah," kata Sukarno.
Lalu ujarnya, di mana salahnya kalau pemerintah ikut campur tangan urusan PSSI.
"Kalau PSSI tidak mau diintervensi oleh pemerintah, ya harus mandiri. PSSI harus melengkapi organisasi dengan AD/ART dan legalistas organisasi serta melengkapi kepemilikan sarana olahraga," tukasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya
-
Pesan Ketua Umum PSSI ke John Herdman: Jangan Remehkan Saint Kitts and Nevis!
-
AFC Sanksi PSSI Lagi Akibat Telat Lapor Laga Uji Coba Timnas Indonesia Lawan Mali
-
John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
2 Mantan Asisten Shin Tae-yong Kini Ramaikan Panggung Super League
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Carlos Parreira Akui Kekuatan Persib Bandung, Tegaskan Madura United Tak Gentar
-
5 Kandidat Pemain Pria Terbaik di PSSI Awards 2026
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Pernah Menang, Victor Osimhen Justru Takut Bertemu Liverpool di 16 Besar Liga Champions