Bola / Bola Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 | 20:11 WIB
Komite Disiplin atau Komdis PSSI telah merilis hasil sidang pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian datang dari Super League 2025/2026 tepatnya untuk petinggi tim Malut United (MU). [Instagram Malut United]
Baca 10 detik
  • Komite Disiplin PSSI mendenda asisten manajer Malut United, Ashgar Saleh, Rp30 juta dan larangan tiga bulan.
  • Sanksi tersebut diberikan karena Ashgar Saleh menuduh wasit FIFA telah dimanfaatkan oleh mafia di Facebook.
  • Haruna Soemitro, manajer RANS Nusantara FC, didenda Rp12,5 juta serta larangan empat laga akibat dorong wasit.

Suara.com - Komite Disiplin atau Komdis PSSI telah merilis hasil sidang pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia.

Salah satu yang menarik perhatian datang dari Super League 2025/2026 tepatnya untuk petinggi tim Malut United (MU).

Dia adalah Ashgar Saleh, asisten manajer Malut United. Ia sampai dihukum dilarang mendampingi tim selama tiga bulan usai menyebut wasit FIFA dipakai jasanya oleh mafia.

Bukan cuma itu saja, Ashgar diharuskan membayar denda sebesar Rp30 juta.

Hukuman dari Komdis itu diduga merujuk terhadap unggahan Asghar Saleh dalam akun Facebooknya yang menyinggung "mafia" setelah Malut United kalah 0-2 dari Persib Bandung pada 6 Februari 2026.

"Untuk mengalahkan Malut United, para mafia bahkan harus menggunakan jasa wasit FIFA yang kualitasnya kalah jauh dibanding wasit tarkam di kampung saya," tulis Asghar Saleh membuka postingannya di Facebook.

Dia dianggap "membuat pernyataan secara tertulis melalui media sosial yang mendiskreditkan keputusan perangkat pertandingan dan persepak bolaan Indonesia".

"Keputusan, larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di Indonesia selama tiga bulan dan denda Rp30 juta," tulis Komdis.

Bukan cuma dari Super League, salah satu keputusan Komdis yang menarik perhatian adalah disanksinya sosok Haruna Soemitro.

Baca Juga: Alasan Layvin Kurzawa Belum Juga Tampil Bersama Persib Bandung di Super League

Lama tidak ada kabar, mantan Exco PSSI itu ternyata kini menjabat sebagai manajer RANS Nusantara FC, klub milik Raffi Ahmad.

Haruna yang juga mantan manajer Madura United itu juga dideskripsikan Komdis melakukan protes berlebihan dan mendorong wasit cadangan.

"Keputusan, tambahan larangan mendampingi Tim Rans Nusantara FC sebanyak empat pertandingan dan denda Rp12,5 juta," bunyi sanksi Komdis terhadap Haruna.

Adapun RANS Nusantara FC adalah juara Liga Nusantara pada musim ini dan berhak promosi ke Championship 2026/2027.

Nah, saat RANS menang 4-3 lewat adu tendangan penalti atas Dejan United dalam babak final, Haruna mendapatkan kartu merah.

Load More