Suara.com - Tim Transisi selaku penggagas turnamen Piala Kemerdekaan memutuskan lokasi pertandingan babak perempatfinal yang sebelumnya akan dilakukan di Pulau Jawa akan dilakukan di empat kota sesuai dengan posisi juara grup.
Anggota Tim Transisi Zuhairi Misrawi di Jakarta, Rabu mengatakan, perubahan lokasi pertandingan putaran kedua Piala Kemerdekaan karena adanya permintaan dan sebagai bentuk penghargaan kepada juara masing-masing grup.
"Siapa yang menjadi juara di Grup A, B, C maupun D pasti menjadi tuan rumah. Sudah tiga tim yang pasti menjadi tuan rumah yaitu Persepam di Madura, Cilegon dan Persiba Bantul," katanya.
Menurut dia, saat ini masih menunggu satu tempat yaitu untuk Grup A karena hingga saat ini pertandingan belum tuntas. Ada tiga tim yang berebut menjadi juara yaitu PSMS Medan, PS Kwarta dan Kalteng Putra.
Selain menetapkan lokasi tuan rumah putaran kedua, Tim Transisi juga sudah memastikan jika ada dua pertandingan babak perempatfinal yang akan disiarkan langsung oleh TVRI.
"Yang akan disiarkan langsung adalah Persiba Bantul melawan Perserang. Dan yang kedua Persepam Madura Utama melawan runner up Grup A," kata Zuhairi menerangkan.
Sesuai dengan rencana, pertandingan babak perempatfinal akan berlangsung bersamaan yaitu 29 Agustus. Sedangkan lokasi pertandingan semifinal akan ditentukan berikutnya tergantung dari tim pemenang yang selanjutnya akan dikocok ulang.
Pertandingan babak penyisihan grup Piala Kemerdekaan hampir semuanya tuntas. Saat ini tinggal menunggu hasil pertandingan dari Grup A dan D. Khusus pertandingan di Grup A, persaingan cukup ketat karena ada tiga klub yang besting untuk lolos keputaran kedua.
Selama pertandingan berlangsung, pihak Tim Transisi mengakui jika ada beberapa hal yang menjadi catatan mulai masalah wasit, pemain hingga official tim. Bahkan ada beberapa perangkat pertandingan yang dinonaktifkan.
"Memang masih ada kekuarangan dan kedepannya akan segera diperbaiki. Yang jelas kami akan terus bertekad memperbaiki persepakbolaan nasional," kata Ketua Tim Transisi, Bibit Samad Rianto. (Antara)
Berita Terkait
-
Nova Arianto Komentari Aksi Timnas U-17 di Piala Kemerdekaan, Sudah Puas?
-
Apresiasi Erick Thohir untuk Sumatera Utara Usai Sukses Gelar Piala Kemerdekaan 2025
-
3 Hal yang Harus Ditingkatkan Timnas U-17 usai Jadi Runner-up di Piala Kemerdekaan 2025
-
Nova Arianto Tak Kaget Timnas Indonesia U-17 Kalah Lawan Mali
-
Dominasi Turnamen, Mali Memang Layak Juarai Piala Kemerdekaan 2025
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Emosi Cristiano Ronaldo Meledak, Serang Jurnalis Brasil di Konferensi Pers
-
Paraguay Terapkan Taktik Barbar, Didier Deschamps Kasih Sindiran Pedas
-
Ricuh Jelang Laga! Fans Meksiko Serbu Hotel Inggris, Polisi Tak Mampu Bendung
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Folarin Balogun Lolos dari Skorsing, Gedung Putih Disebut Intervensi FIFA
-
Krisis Lini Depan Argentina: Mengapa Lautaro dan Julian Alvarez Mandul di Piala Dunia 2026?
-
Kontroversial! FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun, Trump Ucap Terima Kasih
-
Witan Sulaeman Bikin Kejutan! Tolak Hengkang, Pilih Setia di Persija, Ini Alasannya
-
Vozinha Jadi Kiper Terpopuler Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Salip Nama Beken
-
Brasil vs Norwegia: Jika Terjadi Adu Penalti, Selecao Punya Keunggulan