Suara.com - Anggota Komite Eksekutif PSSI Djamal Aziz memenuhi panggilan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait pernyataan mantan pelatih Persipur Purwodadi, Gunawan dalam kasus pengaturan skor atau "match fixing" yang dilakukan klubnya pada 2013.
Menurut penyataan Gunawan, dirinya telah menghubungi Djamal untuk melaporkan tindakan pengaturan skor yang dilakukan klubnya, namun laporan tersebut tidak direspons dan tidak ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi.
"Pada 2011-2013 saya masuk menjadi komite media, bukan komite kompetisi. Sedangkan Gunawan bilang saya komite kompetisi," ujar Djamal usai menjalani sidang Komdis di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2015).
Selama rentang waktu tersebut, Djamal yang juga menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI, mengaku belum secara maksimal menjalani perannya di PSSI Terlebih, kata dia, pada 2011 juga terjadi dualisme kepengurusan di tubuh PSSI dan dari segi kompetisi pun terdapat unifikasi antara turnamen ISL dan IPL pada 2013 sehingga kepengurusan sepak bola Divisi Utama kurang terfokus.
"Waktu itu saya masih anggota dewan, dan pada saat itu tidak kurang dari 100 orang per hari yang menelfon saya. Jadi saya katakan tadi pada Komdis bahwa saya tidak ingat kapan, di mana, dan bagaimana Gunawan menelfon. Saya tidak ingat," ujar Djamal.
Sementara itu, Ketua Komisi Disiplin Ahmad Yulianto mengatakan bahwa dari pernyataan Gunawan, Djamal, dan pihak PT Liga Indonesia, dapat ditarik sebuah benang merah bahwa memang praktik pengaturan skor timbul karena pada 2013 tidak ada sistem degradasi dalam klub Divisi Utama sehingga memungkinkan para klub yang berada di peringkat bawah menggunakan kesempatan pengaturan skor untuk memperoleh pemasukan lebih banyak.
"Pada saat itu, Menteri Gamawan Fauzi melarang memberikan anggaran APBD, sehingga cara klub-klub mendanai klubnya ya dengan melakukan `match fixing�. Itu sebabnya federasi atau asosiasi sepak bola bermasalah," ujar Ahmad.
Terkait ketidakhadiran Gunawan dalam sidang hari ini, kata dia, disebabkan karena kesulitan mencari tiket pesawat ke Jakarta sehingga akan dijadwalkan kembali pada Senin (5/10).
Selain kasus pengaturan skor, Komdis PSSI juga terus mendalami kasus pengaturan pertandingan atau "match setting" antara PSIS Semarang dengan PSS Sleman yang terjadi pada 2014.
Untuk mendapatkan keterangan tambahan terkait kasus yang biasa disebut "sepak bola gajah" itu, Komdis PSSI akan memanggil mantan Presiden Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla.
"Kami akan memanggil pak Andi Darussalam. Kita jadwalkan Kamis (1/10) minggu ini," kata Ahmad.
Menurut Ahmad, proses investigasi yang dilakukan oleh Komdis PSSI sudah 80 persen rampung. Nantinya, pihak-pihak yang diduga bertanggungjawab atas praktik pengaturan skor dan pengaturan pertandingan itu akan dikenai sanksi oleh Komdis PSSI.
"Sebelum akhir tahun lah akan selesai," Ahmad menegaskan. (Antara)
Berita Terkait
-
Klaim Timnas Indonesia Makin Ditakuti di ASEAN, Erick Thohir Singgung Thailand dan Vietnam
-
PSSI Siap Pajang Foto Suporter Penghina Beckham Putra, Pelaku Terancam Blacklist
-
PSSI Siap Banned Suporter yang Intimidasi Beckham Putra, CCTV GBK Jadi Bukti
-
PSSI Murka Usai Beckham Putra Diprovokasi Suporter di GBK
-
Shin Tae-yong Merapat ke Persija, Erick Thohir Ucap Dua Kata Singgung Kualitas
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jurgen Klopp Kecam Water Break di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Disandera Iklan!
-
Dari Bangku Cadangan, Neymar Jadi Otak Gol Vinicius Jr di Piala Dunia 2026
-
Ditahan Imbang Maroko, Ancelotti Bongkar Kelemahan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Belanda vs Jepang: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Tampil Buruk, Ditahan Maroko 1-1
-
Gantikan Marco Silva, Fulham Dikabarkan Boyong Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Baru
-
Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Qatar Cetak Sejarah Usai Imbangi Swiss
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?