Bola / Bola Indonesia
Kamis, 11 Juni 2026 | 12:25 WIB
Sempat terjadi insiden provokasi oknum suporter terhadap Beckham Putra yang segera diredam pemain lain usai Timnas Indonesia melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Selasa (9/6/2026). [Instagram @pstore]
Baca 10 detik
  • PSSI akan menginvestigasi insiden hinaan terhadap Beckham Putra usai laga melawan Mozambik di SUGBK pada 10 Juni 2026.
  • Sekjen PSSI Yunus Nusi berencana melacak identitas pelaku melalui rekaman CCTV untuk menindaklanjuti kasus provokasi tersebut secara menyeluruh.
  • Pelaku terancam sanksi larangan masuk stadion serta publikasi identitas sebagai efek jera agar tidak mengulangi tindakan tidak terpuji.

Suara.com - PSSI bergerak cepat menyikapi insiden yang menimpa pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra Nugraha, usai laga melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/6/2026).

Federasi berencana melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap identitas oknum suporter yang diduga melontarkan hinaan dan provokasi kepada pemain muda Persib Bandung tersebut.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan tindakan tersebut terjadi tanpa konsekuensi. PSSI akan memanfaatkan rekaman CCTV dan kamera yang tersedia di stadion guna melacak pelaku.

"Saya akan meminta panitia untuk menelusuri kejadian tersebut melalui rekaman CCTV maupun kamera yang ada, guna mengidentifikasi orang atau suporter yang melakukan makian maupun hujatan kepada pemain," kata Yunus Nusi melalui keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

PSSI Siapkan Sanksi Tegas untuk Pelaku

Sekjen PSSI, Yunus Nusi. [ANTARA/Ho/PSSI]

Jika identitas pelaku berhasil ditemukan, PSSI siap mengambil tindakan tegas. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menjatuhkan sanksi larangan masuk stadion saat Timnas Indonesia menjalani pertandingan di masa mendatang.

"Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding," sambungnya.

Menurut Yunus, kasus tersebut juga akan dibahas lebih lanjut bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, serta anggota Exco untuk menentukan langkah lanjutan yang akan diambil federasi.

"Saya akan melaporkan hal ini dan mendiskusikannya dengan Ketua Umum PSSI serta anggota Exco. Kami akan mencari pihak yang bersangkutan," kata Yunus Nusi.

Baca Juga: PSSI Siap Banned Suporter yang Intimidasi Beckham Putra, CCTV GBK Jadi Bukti

Tak hanya sebatas investigasi, Yunus mengaku akan mendorong penerapan hukuman khusus bagi suporter yang terbukti tidak memberikan dukungan positif kepada Timnas Indonesia.

Menurutnya, keberadaan suporter seharusnya menjadi energi tambahan bagi para pemain, bukan justru memberikan tekanan melalui hujatan dan makian.

"Saya akan mengusulkan agar suporter yang tidak memberikan dukungan yang baik kepada Timnas Indonesia dikenakan sanksi larangan menonton langsung pertandingan Timnas Indonesia pada masa mendatang," tegas Yunus Nusi.

"Kami akan melarang oknum-oknum suporter seperti ini untuk masuk dan menonton pertandingan Timnas Indonesia pada masa mendatang."

Identitas Pelaku Bisa Dipublikasikan

PSSI bahkan membuka kemungkinan mengambil langkah yang lebih keras sebagai efek jera. Federasi mempertimbangkan untuk mempublikasikan identitas pelaku apabila diperlukan.

"Kami akan mengidentifikasi mereka. Bila diperlukan, foto dan identitas wajah yang bersangkutan akan kami rilis atau dipasang di sekitar stadion tempat Timnas Indonesia bertanding," kata pria asal Gorontalo tersebut.

Yunus menegaskan bahwa tindakan menghina pemain yang sedang berjuang membela Merah Putih tidak bisa diterima dalam bentuk apa pun. Ia menilai insiden yang dialami Beckham Putra telah melewati batas kewajaran.

"Masa ada suporter yang mengatai, menghujat, dan melontarkan makian kepada pemain Timnas Indonesia? Ini sudah keterlaluan," pungkasnya.

Load More