Suara.com - Jerman akan menemukan kembali insting mencetak golnya untuk Piala Eropa tahun depan, kata pelatih Joachim Loew setelah timnya bersusah payah untuk menang 2-1 atas Georgia pada Minggu, untuk mengamankan tempat mereka pada turnamen di Prancis.
Sang juara dunia menyia-nyiakan banyak peluang, seperti yang mereka lakukan saat kalah 0-1 dari Irlandia pada Kamis, dan harus menunggu sampai menit ke-79 untuk Max Kruse mencetak gol penentu kemenangan dan memastikan tiket ke turnamen di Prancis setelah memuncaki klasemen Grup D.
"Kami tahu bahwa bukan ini yang diminta dari kami. Bukan cara kami beroperasi di depan gawang saat ini. Kami menyulitkan diri sendiri," kata Loew kepada para pewarta.
"Kami menyanyikan lagu yang sama seperti saat melawan Irlandia. Tiga, empat kesempatan bagus pada awal dan kemudian kesalahan-kesalahan mulai dilakukan," ucapnya. "Pertama-tama, kami puas dengan kelolosan ini namun tidak puas dengan dua pertandingan terakhir kami. Ini bukan standar kami. Kami memiliki pekerjaan di depan kami." Tuan rumah semestinya unggul melalui satu dari tiga peluang yang jatuh kepada Marco Reus pada fase awal pertandingan, namun gelandang serang itu gagal mencetak gol seperti yang dilakukan sejumlah rekan setimnya pada babak pertama yang berjalan berat sebelah di mana Jerman memiliki lebih dari selusin peluang.
"Marco biasanya tidak menyia-nyiakannya, namun hari ini ia memiliki tiga peluang bagus di awal pertandingan," kata Loew. "Ia memiliki kualitas namun malam ini kami tidak memperlihatkan bahwa kami memaksimalkan peluang-peluang kami." Sang pelatih Jerman, yang kembali memilih tidak memainkan sosok penyerang alami, meyakini pemusatan latihan pra-turnamen yang panjang akan memperbaiki penyelesaian mereka.
"Kami perlu melakukannya lebih banyak lagi namun tim memiliki kualitas," ucapnya. "Jika kami memiliki tiga-empat pekan pemusatan latihan (sebelum turnamen) maka tim dapat meningkatkan level hal itu." Ia tidak menepis kemungkinan menurunkan penyerang murni di masa yang akan datang.
"Saya tidak ingin kami memainkan bola-bola panjang untuk mengumpan penyerang namun itu adalah alternatif untuk memiliki penyerang yang percaya diri," tuturnya.
Jerman merupakan salah satu tim spesialis turnamen di dunia secara reguler mereka mendongkrak penampilannya di saat yang tepat seperti yang mereka lakukan tahun lalu di Brazil untuk memenangi Piala Dunia untuk keempat kalinya.
"Tentu saja, rasio konversi kami merupakan masalah untuk saat ini," kata bek Jerome Boateng. "Namun kami juga tahu bahwa turnamen-turnamen memiliki isu yang berbeda." (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Jerman Serukan Boikot, Prancis Pasang Badan untuk Piala Dunia 2026
-
Edin Dzeko Pilih Schalke 04 Demi Panggilan Hati, Meski Harus Turun ke Bundesliga 2 Jerman
-
Kisah Muhamad Alfiana, Pegawai Honorer yang Tampil di Liga Hoki Jerman
-
Jerman Pertimbangkan Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Ancaman Donald Trump soal Greenland
-
Ancaman Tarif Trump Picu Jerman Ambil Langkah Ekstrem, Ini 9 Negara yang Pernah Boikot Piala Dunia
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
-
IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
Terkini
-
Pelatih Timnas Indonesia Beberkan Rahasia Mampu Hajar Korea Selatan di Piala Asia Futsal 2026
-
Latihan Persija Disaksikan John Herdman, Mauricio Souza Acungi Jempol
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Meroket Gila-gilaan, Calo Berpotensi Raup Untung Besar
-
Segini Biaya Transfer Ajax Amsterdam untuk Datangkan Maarten Paes dari FC Dallas
-
Alur Kepindahan dan Jadwal Tes Medis Maarten Paes di Ajax Amsterdam: Hampir Gabung ke Feyenoord
-
Intip Latihan Persija Jakarta, John Herdman Beberkan Alasannya
-
Maarten Paes Dikontrak 3,5 Tahun Ajax Amsterdam
-
Di Balik Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam, Ada Restu Denny Landzaat dan Jordi Cruyff
-
Maarten Paes Tolak Feyenoord Pilih Ajax, Peran Jordi Cruyff dan Denny Landzaat Jadi Kunci
-
PSSI Ancam Tambah Regulasi Sanksi di Liga 4 Buntut Aksi Brutal Pemain