Bola / BolaTaiment
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:35 WIB
Gunakan Metode Matematika Kabala Peramal Berjuluk Nostradamus Ramal Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026 [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Paranormal Brasil Athos Salome memprediksi Timnas Spanyol berpotensi menjuarai Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat.
  • Brasil diprediksi mampu mencapai babak final namun terhambat oleh masalah ego pemain yang mengganggu konsistensi performa tim.
  • Turnamen Piala Dunia 2026 diprediksi akan diwarnai dinamika politik, isu keamanan, serta perhatian terhadap figur Donald Trump.

Suara.com - Seorang paranormal asal Brasil, Athos Salome membuat prediksi final Piala Dunia 2026.

Sosok yang dijuluki Nostradamus Brasil itu memprediksi Tim Samba memiliki kans besar untuk maju sampai babak final.

Dilansir dari O Globo, Athos Salome membuat prediksi final Piala Dunia 2026 dengan menggunakan metode matematika kabala, Athos menilai performa Brasil akan cukup konsisten sepanjang turnamen.

“Brasil punya peluang besar mencapai final Piala Dunia,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa peluang juara justru mengarah ke Timnas Spanyol.

Menurutnya, skuad muda Spanyol yang dipimpin Lamine Yamal memiliki momentum kuat untuk kembali meraih trofi, 16 tahun setelah sukses di 2010.

Athos juga mengingatkan bahwa Brasil masih memiliki persoalan internal, terutama terkait ego pemain.

Timnas Spanyol gagal menunjukkan performa meyakinkan usai ditahan imbang Irak dengan skor 1-1 dalam laga uji coba di Stadion Riazor, La Coruna. [Instagram]

Faktor ini dinilai bisa menjadi penghambat bagi tim berjuluk Selecao tersebut untuk mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung sejak 2002.

Selain Brasil dan Spanyol, ia menyebut Timnas Belanda dan Timnas Maroko sebagai potensi kuda hitam.

Baca Juga: Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil

Maroko bahkan datang dengan kepercayaan diri tinggi usai performa impresif di Piala Dunia sebelumnya.

Tak hanya soal lapangan, Athos juga menyoroti potensi tensi politik selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat.

Athos menyinggung hubungan sensitif antara Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi memicu dinamika di luar pertandingan.

“Piala Dunia adalah titik temu antara isu imigrasi, politik, dan olahraga. Ini bisa memicu protes, meski tidak akan menghentikan turnamen,” kata Athos.

Ia juga menyebut nama Donald Trump sebagai figur yang berpotensi menjadi pusat perhatian selama kompetisi berlangsung.

Meski demikian, Athos menilai turnamen tetap akan berjalan lancar meski dibayangi berbagai isu keamanan.

Load More