Suara.com - Manajer Arsenal Arsene Wenger mengklaim bahwa doping saat ini menjadi masalah di sepak bola. Menurutnya, banyak tim yang menggunakan zat aditif tertentu untuk meningkatkan performa.
Pernyataan tersebut disampaikan Wenger menyusul keputusan Badan Anti Doping Dunia, WADA, melarang atlet cabang atletik Rusia untuk mengikuti kompetisi internasional.
Menurut Wenger, kasus doping gelandang asal Kroasia Arijan Ademi merupakan contoh konkrit. Ademi terbukti menggunakan doping saat Dinamo Zagreb mengalahkan Arsenal 2-1 di fase grup Liga Champions September kemarin.
"Saya mencoba untuk menghargai nilai-nilai yang saya yakini penting dalam hidup dan menularkannya kepada orang lain," tukas Wenger.
"30 tahun sebagai manajer, tidak pernah saya membiarkan pemain saya menggunakan doping. Saya tidak pernah memberi mereka suatu produk untuk meningkatkan performa mereka. Saya bangga akan hal itu," sambungnya.
"Bagi saya, keindahan olahraga adalah semua orang ingin menang, tapi hanya ada satu yang menang. Kita telah mencapai sebuah era yang menjunjung tinggi pemenang, tanpa melihat arti atau metode," jelas manajer asal Prancis. (Soccerway)
Berita Terkait
-
Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Arsenal Konfirmasi William Saliba Absen Lama akibat Cedera Punggung
-
Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Data Pertumbuhan Ekonomi Solid, Rupiah Konsisten Menguat atas Dolar AS
-
Ekonomi RI Belum Lepas dari Jawa, Indonesia-sentris Tinggal Slogan?
-
Komisi III Tegaskan Tak Ada Surpres Pergantian Kapolri, Publik Diminta Tak Percaya Isu Menyesatkan
-
Nakes Beri Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS, Menkes: Hati Saya Sedih
-
Cuma Rp1 Jutaan, LG PuriCare AeroMini Pembersih Udara dengan HEPA Filter dan Smart Control
-
BPJS Bukan Simbol Kemiskinan: Melawan Stigma Kelas dalam Layanan Kesehatan
-
Pondok Pesantren Kini Boleh Kelola Dapur MBG Sendiri
-
Kronologi Kasus Deepfake AI di Jateng: Ditolak Mantan Pacar, Mahasiswa Semarang Sebar Konten Porno
-
Peternak Sapi Perah Indonesia Menua, Regenerasi Jadi Tantangan Besar Industri Susu
-
Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial