Suara.com - Pemain asing Banaken Basoken absen memperkuat PSM Makassar menghadapi Mitra Kukar pada laga perdana Grup B Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kapten Dipta Gianyar, Bali, Sabtu (14/11/2015). Basoken gagal bermain karena terkendala masalah visa.
"Kami akan tetap berupaya menyelesaikan masalah visa pemain yang bersangkutan agar bisa tampil di Piala Jenderal Sudirman. Untuk laga perdana menghadapi Mitra Kukar besok, memang sulit kita turunkan karena belum mendapatkan visa sampai hari ini," ujar Media Officer PSM Ramli Manong saat dihubungi dari Makassar-Denpasar, Jumat (13/11/2015).
Untuk mengurus visa kerja, kata dia, pada dasarnya tidak terlalu lama atau bisa dilakukan satu hari asal memiliki kerabat di Malaysia. Namun karena pertandingan sudah di depan mata, pihaknya hanya berharap bisa menggunakan jasa pemain ini di laga kedua pada 20 November 2015.
Dia mengungkapkan untuk persoalan visa ini baru diketahui setelah adanya regulasi dari pihak penyelenggara yang mengharuskan setiap pemain memiliki visa. Adapun pada pelaksanaan turnamen sebelumnya, kata dia, cukup dengan paspor pemain.
Mengenai penerapan regulasi ini di turnamen Piala Jenderal Sudirman, pihaknya mengaku mendukung penuh dan tidak keberatan meski harus ditinggal pemain asingnya. Regulasi ini juga, menurut dia, sebagai pembelajaran untuk lebih baik lagi ke depan.
"Kami tentu mendukung sepenuhnya regulasi tentang visa pemain yang berlaga. Kami akan terus mengupayakan agar pemain yang bersangkutan sudah bisa dimainkan pada laga kedua PSM nanti," katanya.
Menghadapi Piala Jenderal Sudirman 2015, manajemen PSM mendatangkan tiga pemain yakni Silvio Escobar (striker), Patrice Nzekou (gelandang) dan Banaken Basoken yang berposisi sebagai pemain bertahan.
"Kami memiliki banyak pemain belakang yang punya kualitas dan potensi untuk tampil sejak awal. Kami juga percaya tim pelatih sudah mengantisipasi soal kondisi yang terjadi demi meraih hasil maksimal pada laga perdana," jelasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan