Suara.com - Hari ini, 41 tahun yang lalu, Marcelo Salas lahir di Temuco, Chile. Pemilik nama lengkap Jose Marcelo Salas Melinao ini adalah mantan pemain asal Chile yang mendulang kesuksesan di Italia dan Argentina.
Saat masih merumput, julukan El Matador amat melekat pada diri striker bertubuh gempal ini. Juru gedor yang dinobatkan jadi Pemain Terbaik Amerika Selatan tahun 1997 itu dianggap sebagai salah satu penyerang paling tajam di masanya.
Tak hanya mengandalkan kaki kanannya, Salas dikenal pula akan tendangan kaki kiri yang tak kalah kerasnya. Kendati berutubuh relatif tak terlalu tinggi, Salas amat piawai dalam perebutan bola di udara.
Namanya meroket saat memperkuat timnas Chile di Piala Dunia 1998 Prancis. Mencetak empat gol di empat laga bersama timnas, Salas dielu-elukan sebagai pahlawan kendati gagal membawa trofi Piala Dunia ke kampung halamannya. Selama berseragam timnas, Salas sudah mengemas 37 gol. Sampai saat ini, belum ada pemain Chile lain yang menyamai rekor Salas tersebut.
Talenta Salas dipoles oleh tim muda Deportes Temuco. Ia memulai karier seniornya di Universidad de Chile, sebuah klub yang berada di Chile. Tahun 1996, Salas pindah ke Argentina dan memperkuat River Plate.
Sebagai pemain baru, Salas sempat dipandang sebelah mata oleh banyak tokoh sepak bola Negeri Tango. Salah satunya adalah legenda timnas Argentina, Diego Maradona. Namun, keberhasilannya membawa River Plate menjuarai Torneo de Apertura, Clausura, Apertura dan Supercopa Sudamericana, membungkam semua kritik, termasuk Si Tangan Tuhan Maradona.
Tampil memukau, Lazio meminang Salas di tahun 1998. Gelar Scudetto Serie A berhasil diraihnya di musim kedua bersama Lazio. Gelar tersebut sekaligus gelar pertama bagi Lazio sejak era tahun 1970an.
Tiga musim berseragam Lazio, Salas merapat ke Juventus. Bersama Si Nyonya Tua, Salas kembali merasakan menjadi Scudetto. Dua musim merumput di Stadio delle Alpi, dua kali pula ia mengangkat trofi juara Serie A.
Pada tahun 2003, Salas hengkang ke Argentina dan kembali merapat ke klub lamanya River Plate. Dua tahun di River Plate, Salas memutuskan pindah ke klub yang membesarkannya, Universidad de Chile, sampai akhirnya gantung sepatu pada tahun 2008.
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Suporter Sebut Maarten Paes Bak Andre Onana Usai Ajax Dibantai FC Groningen
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Arsenal Lolos Perempatfinal FA Cup, Mikel Arteta Justru Puji Suporter Mansfield Town
-
Bikin Betah! Kisah Pemain Tajikistan yang Terpikat Magis Ramadan dan Kuliner Jogja
-
Menegangkan! Spanyol Evakuasi Darurat Joselu dan Javi Martnez dari Qatar
-
Namanya Dolvi Solossa: Mutiara dari Timur Bersinar di Eropa, Calon Bintang Timnas Indonesia
-
Selamat Datang Elkan Baggott! Ini 3 Pemain yang Berpotensi Dicoret John Herdman
-
Dipanggil John Herdman, Kapan Terakhir Elkan Bagoott Perkuat Timnas Indonesia?
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Persib Bandung vs Persik Kediri: Bojan Hodak Singgung Soal Faktor X