- Pemain PSIM Yogyakarta, Rahmatsho Rahmatzoda, menjalani Ramadan sendirian di Yogyakarta dengan kesan positif.
- Rahmatsho sangat merindukan keluarga namun memprioritaskan komitmen profesionalnya sebagai pesepak bola profesional.
- Ia mengucapkan terima kasih kepada suporter Yogyakarta atas dukungan besar mereka selama bulan puasa ini.
Suara.com - Suasana Ramadan di Yogyakarta selalu punya cara tersendiri untuk membuat siapa pun merasa nyaman.
Hal itu pula yang dirasakan oleh seorang pemain sepak bola asal Tajikistan yang kini membela PSIM Yogyakarta, Rahmatsho Rahmatzoda.
Sebagai pesepak bola profesional, dia harus melakoni rutinitas di bulan suci ini seorang diri, tanpa kehadiran keluarga.
Meski mengaku sangat merindukan suasana Ramadan bersama keluarga, tetapi Rahmatsho mengaku tidak kesulitan menjalani ibadah puasa di sini. Kerahamahan masyarakat di sini membantunya lebih mudah beradaptasi, sekalipun di bulan Ramadan.
"Kesan saya sangat positif, saya sangat jatuh cinta dengan negara ini, saya menyukai semuanya, dan saya ingin tinggal di sini untuk waktu sangat lama. Menurut saya esensi bulan suci Ramadan di mana pun tetaplah sama," ungkap dia melansir laman klub, Minggu (8/3/2026).
Momen istimewa bulan puasa ini rupanya perlahan membangkitkan memori sang pemain terhadap kebiasaan manis di kampung halamannya. Rahmatsho pun mengenang.
"Tidak ada persiapan khusus untuk Ramadan kali ini, hanya saja biasanya ada banyak keluarga dan teman. Bisa menghabiskan bulan seperti ini bersama keluarga adalah hal sangat luar biasa," jelas dia.
Meski besar keinginan Rahmatsho untuk menjalani Ramadan bersama keluarga, tetapi atlet kelahiran 6 April 2004 ini tetap ingin mengutamakan komitmennya sebagai pemain sepak bola profesional.
"Tentu terasa sulit karena mereka (keluarga) berada sangat jauh. Saya sebenarnya sangat ingin menghabiskan hari-hari seperti ini bersama keluarga. Namun, sepak bola adalah bagian dari hidup saya. Saya harus rela berkorban demi sepak bola," paparnya..
Baca Juga: Daftar Rest Area Cikampek Arah Jakarta, Fasilitas Lengkap untuk Melepas Lelah
Dukungan penuh dari seluruh suporter setia selalu menjadi tambahan motivasi terbesar baginya saat berjuang sendirian di negeri orang. Rahmatsho menitipkan pesan hangatnya,
"Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada para pendukung karena selalu mendukung kami terutama di bulan-bulan seperti ini. Semoga Allah menerima semua ibadah puasa kita dan meridai kita semua," tegas mantan pemain Persijap Jepara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
RUU HAM Ditargetkan Rampung 2026, Pemerintah Klaim Prosesnya Terbuka untuk Publik
-
3 HP Murah Tecno Terbaik Budget Rp1-2 Jutaan, Fitur Lengkap Sesuai Review
-
Sebagian Himbara Tak Lagi Miliki Bisnis Manajer Investasi, Sahamnya Dipegang Danantara
-
Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat
-
Masyarakat RI Makin Hidup Sehat, Bisnis Wellness Punya Peluang Moncer
-
Warna Lipstik OMG untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini 6 Shade yang Bikin Wajah Makin Cerah
-
Kejar Tayang, Kru Harry Potter Sebut Syuting Serial Berlangsung Brutal
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Pemerintah Siapkan Insentif untuk Pemilik Truk ODOL yang Mau Beralih ke Truk Standar
-
Review Serial The East Palace: Kisah Mistik Berdarah dari Kerajaan Joseon