Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi mengundang Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI sesuai dengan arahan Sekretariat Negara (Setneg), namun surat undangan tersebut hanya ditujukan kepada sang ketua yaitu Agum Gumelar.
"Yang diundang hanya ketua Ad-Hoc-nya. Pak Agum sendiri," kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto di Media Center Kemenpora, Jakarta, Selasa (9/2/2016).
Menurut dia, pertemuan dengan Pak Agum Gumelar merupakan tindak lanjut surat yang dikirimkan oleh Ketua Ad-Hoc Reformasi PSSI kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta audiensi. Hanya saja, rencana tersebut dilimpahkan ke Kemenpora karena Presiden banyak agenda.
"Intinya pertemuan besok untuk mencairkan suasana. Pertemuan besok juga tidak ada sangkut pautnya dengan surat FIFA 2 Februari lalu," katanya menambahkan.
Sesuai dengan rencana, pertemuan antara Kemenpora yang akan diwakili Sesmenpora Alfitra Salamm dengan Ketua Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar akan dilakukan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (10/2) sekitar pukul 13.00 WIB.
Jika pertemuan tersebut berlangsung, maka itu merupakan pertemuan pertama antara pemerintah dalam hal ini Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI bentukan FIFA ini. Sebelumnya, meski pemerintah masuh dalam susunan kepengurusan namun belum satu kalipun hadir dalam pertemuan yang telah dijadwalkan.
Komite Ad-Hoc sendiri terdiri dari sembilan personel yang berasal dari banyak pemangku kepentingan seperti PSSI sendiri, PT Liga Indonesia, perwakilan KONI dan KOI, pemerintah hingga perwakilan dari asosiasi pemain.
Selama ini, Kemenpora tetap kukuh dengan keputusannya yaitu tidak menghadiri setiap pertemuan dengan Komite Ad-Hoc. Ada berbagai alasan yang dikatakan oleh Kepala Komunikasi Publik Kemenpora diantaranya adalah tidak ingin komite tersebut didominasi perwakilan dari PSSI.
"Harapan kami Kemenpora diberi porsi lebih di Komite Ad-Hoc," kata pria asal Yogjakarta itu.
Sebelumnya FIFA telah mengirimkan surat kepada Menpora Imam Nahrawi. Surat tersebut merupakan balasan yang dikirimkan pemerintah kepada induk organisasi sepak bola dunia itu. Dalam surat tertanggal 2 Februari ini, FIFA meminta pemerintah untuk bergabung dengan Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya
-
Harga Mati! Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
-
UEFA Tolak FIFA Jual Saham Piala Dunia, PSSI Dukung Penuh: Indonesia Butuh Duit
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit
-
Jaksa Agung Resmi Berhentikan Sementara Febrie Adriansyah sebagai Jaksa
-
Cara Aktivasi Token QLola by BRI untuk Transaksi Bisnis Aman
-
Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
-
Keluarga Almarhum Haji Abdul Halim Ali Kembalikan Rp127 Miliar ke Negara, Dicicil 12 Bulan
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
20 Ide Lomba 17 Agustus Seru buat Ibu-Ibu, Bikin Perayaan HUT ke-81 RI Makin Meriah
-
Perusahaan Penimbun Sampah Liar di Kramat Jati Wajib Ganti Rugi
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya
-
Polri Siap Hadapi Perlawanan Febrie Adriansyah Lewat Praperadilan Kasus Korupsi dan TPPU