Suara.com - Romania bermain imbang 0-0 dengan juara Eropa Spanyol pada Minggu, pada pertandingan pemanasan Piala Eropa 2016 di mana kiper tim tamy Iker Casillas menyamai rekor untuk penampilan timnas terbanyak bagi pemain Eropa.
Penampilan ke-166 Casillas untuk Spanyol, dalam rentang 16 tahun yang termasuk menjuarai Piala Dunia di Afrika Selatan pada 2010, membawa dirinya selevel dengan pemain Latvia Vitalijs Astafjevs sebagai pemain yang paling banyak memperkuat timnas di benua tersebut.
Sang kiper juga tidak kemasukan gol dalam 710 menit untuk Spanyol, namun ia harus melakukan sejumlah penyelamatan bagus untuk mempertahankan "clean sheet." Hasil imbang ini juga memperlihatkan bahwa kedua tim harus memperbaiki beberapa hal di depan gawang, sebelum Piala Eropa di Prancis yang dimulai pada Juni.
Ini merupakan pertandingan persahabatan kedua untuk Spanyol dalam rentang empat hari menyusul hasil imbang 1-1 mereka dengan Italia di Udine yang mengakhiri laju tujuh kemenangan beruntun serta enam "clean sheet" secara berturut-turut.
David de Gea mengawal gawang Spanyol pada pertandingan itu.
Pertandingan ini menampilkan sejumlah peluang yang gagal dimanfaatkan, di mana Romania, yang tidak pernah kalah di kandang sendiri dari Spanyol, beberapa kali menikmati penguasaan bola dan selalu terlihat berupaya melancarkan serangan balasan.
Pelatih Spanyol Vicente del Bosque melakukan sepuluh pergantian di tim yang menjadi pemain inti saat melawan Italia, di mana bek tengah Gerard Pique menjadi satu-satunya pemain yang dipertahankan dan gelandang Barcelona Sergi Roberto melakukan debut internasionalnya.
"Romania bermain sangat bagus," kata Del Bosque. "Mereka tidak membiarkan kami memainkan sepak bola khas kami. Mereka merupakan tim nasional yang bagus." "Saya tidak puas dengan dua pertandingan (persahabatan) ini. Secara umum kami kurang dalam." Tim lapis kedua memulai pertandingan dengan baik, menciptakan beberapa peluang, dan kiper Romania Ciprian Tatarusanu melakukan penyelamatan bagus untuk menggagalkan upaya Pedro Rodriguez pada menit kesepuluh.
Permainan terbuka dan saling menyerang berlanjut namun Spanyol jelas-jelas memerlukan lebih banyak kualitas di kotak penalti melawan tim yang tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan mereka sebelumnya.
Nicolae Stanciu, yang mencetak gol penentu kemenangan pada debut internasionalnya saat Romania menang 1-0 atas Lithuania pada pertandingan persahabatan lain yang dimainkan pada Kamis, menguji Casillas pada dua kesempatan di mana Adrian Popa juga terlihat berbahaya.
Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian setelah turun minum dengan ritme permainan yang menurun, sebelum Florin Andone menaklukkan pengawalnya di kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar kaki kiri yang melebar.
"Ini merupakan ujian bagus," kata pelatih Romania Anghel Iordanescu. "Saya gembira pendekatan taktik kami terbayar lunas. Spanyol masih merupakan tim yang sangat bagus, namun kami mampu menahan mereka di bawa kendali yang baik." "Kami seharusnya dapat mencetak setidaknya satu gol pada malam ini." Mengheningkan cipta dilakukan sebelum pertandingan untuk mengenang sosok legendaris Belanda dan mantan pemain serta pelatih Barcelona Johan Cruyff, yang meninggal dunia pada usia 68 tahun setelah lima bulan berjuang melawan kanker paru-paru.
Romania akan menghuni Grup A bersama tuan rumah Prancis, Swiss, dan Albania di Piala Eropa 2016. Spanyol berada di Grup D bersama Turki, Kroasia, dan Republik Ceko. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Menerka Lawan Argentina di Fase Knock Out: Messi Cs Lawan Uruguay atau Spanyol?
-
Cara Elegan Lamine Yamal Bungkam Mulut Pengkritik, Masih Berani Nyinyir?
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Dulu Menonton Piala Dunia dari Kelas, Kini Lamine Yamal Cetak Gol untuk Spanyol
-
Dibantai Spanyol, Georgios Donis: Kami Terlalu Banyak Lakukan Kesalahan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey