Suara.com - Filosofi "Tiki-Taka" yang diadopsi Pep Guardiola dalam metode kepelatihannya rupanya tak membuat semua pelatih sepakbola di dunia terkagum. Salah satu yang mengkritisi gaya sepakbola Guardiola ini adalah pelatih kawakan asal Italia, Giovanni Trapattoni.
Kendati metode itu telah membuat Guardiola meraih 19 trofi dalam karier kepelatihannya--lima dengan Bayern Munich dan 14 bersama Barcelona--namun Mr. Trap, sapaan Trapattoni, menilai gaya tersebut minim efektivitas.
"Apa yang saya lihat di dunia sepakbola saat ini sudah tepat, terkecuali Bayern," kata Mr. Trap, yang pernah dua kali melatih Munich--1994/95 dan 1996-1998--kepada SportBild.
"Bagi saya, (gaya 'Tiki-Taka') terlalu mendominasi bola. Umpan ke sana dan ke sini, tapi minim efektivitas serangan. Setelah 27 menit pertandingan, barulah terjadi tembakan pertama ke gawang. Anda harus menyerang dengan determinasi yang lebih," lanjut Mr. Trap, 77 tahun.
Lebih jauh, Mr. Trap mengingatkan bahwa gaya penguasaan bola yang dominan bukanlah sesuatu yang baru di dunia sepakbola. Pelatih kenamaan dunia yang telah melatih banyak klub top Eropa ini menyebut hal itu sudah pernah dilakukan salah satu klub raksasa Italia, AC Milan.
"Ada seorang pemain asal Swedia di AC Milan 30 tahun lalu: Nils Liedholm. Dia bermain dengan penguasaan bola yang permanen. Jadi, penguasaan bola yang dominan bukan sesuatu yang baru, bukan? Sepakbola itu (esensinya) adalah menembak dan mencetak gol--inilah yang harus diperbaiki Guardiola," pungkas Mr. Trap (Soccerway)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cedera Raphinha Jadi Alarm Brasil di Piala Dunia 2026, Neymar Siap Comeback Lawan Skotlandia
-
Piala Dunia 2026: Ngeri Hadapi Lini Depan Prancis, Pelatih Irak Berkelakar Ingin Pasang 3 Kiper
-
John Herdman Punya Cara Supaya Timnas Indonesia Menjadi Raja di ASEAN
-
LTS Jakarta 2026 Selesai Digelar: Awal dari Lahirnya Bintang Timnas Indonesia
-
Kylian Mbappe Ogah Pikirkan Perebutan Top Skor Piala Dunia 2026
-
Virgil van Dijk: Saya Rasa Dunia Luar Sedikit Meremehkan Jepang
-
Julian Nagelsmann Targetkan Jerman Sapu Bersih Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Vinicius Junior akan Lebih Banyak Mendengarkan Carlo Ancelotti
-
Tekuk Selandia Baru, Mesir Sabet Kemenangan Perdana dalam Sejarah Piala Dunia
-
Dulu Menonton Piala Dunia dari Kelas, Kini Lamine Yamal Cetak Gol untuk Spanyol