Suara.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyerahkan kepada Komite teknik untuk merancang Timnas sebelum tanggal 23 Mei 2016. Langkah yang akan dilakukan adalah menentukan pelatih di semua level.
"Timnas kami serahkan pada komite Teknik, nanti pada tanggal 23 Mei baru kami umumkan," kata Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan usai rapat bersama Exco di Kantor Pusat PSSI, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Hinca juga menjelaskan bahwa rapat bersama dengan Executive Commite (Exco) adalah untuk menjelaskan hasil pertemuan dalam kongres FIFA di Meksiko.
"Hasilnya adalah mulai tanggal 13 Mei 2016, semua kegiatan sepak bola Nasional resmi kembali di bawah PSSI, karena FIFA telah mencabut hukumannya kepada Indonesia," kata Hinca.
Kemudian secara resmi PSSI telah menyampaikan kepada Exco pada pertemuan tersebut. Ia juga mengatakan akan menyurati seluruh PSSI yang ada di daerah untuk menyebarkan informasi tersebut.
Lebih lanjut, Hinca juga menjelaskan bahwa akan berkomunikasi kepada semua pihak termasuk dengan Pemerintah, Komisi X dan seluruh anggota PSSI agar koordinasi terjalin dengan baik.
Hasil pertemuan dengan FIFA di Meksiko secara detail akan disampaikan oleh pemerintah, ia mengatakan sudah memastikan hal tersebut.
Selama masa pembekuan, tim nasional dari semua level juga vakum. Kondisi ini membuat tim nasional absen pada ajang internasional seperti kualifikasi Piala Asia dan Piala Dunia 2018. Dengan adanya pencabutan sanksi, langkah yang akan dilakukan adalah menentukan pelatih disemua level.
Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menegaskan tidak akan mengintervensi lagi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) khususnya terkait klub-klub yang bermasalah, kata juru bicara Kemenpora Gatot Dewa Broto.
"Soal klub bermasalah, kami tahu diri itu ranahnya PSSI sehingga kami akan membuat regulasi yang tidak ada intervensi,"kata Gatot.
Untuk itu, tutur dia, dicabutnya sanksi FIFA kepada Indonesia harus menjadi momentum PSSI memperbaiki permasalahan klub, seperti dualisme dan masalah manajemen.
Ia memastikan Kemenpora akan tetap mengawasi PSSI dalam usaha melakukan perbaikan tata kelola sepak bola Tanah Air. (Antara)
Berita Terkait
-
Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?
-
Selebrasi Argentina Picu Kontroversi, Apa Makna Spanduk Las Malvinas?
-
FIFA Tuai Kontroversi Lagi, Final Piala Dunia 2026 Bakal Punya Halftime Show?
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking
-
BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi
-
BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota
-
Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience
-
BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia
-
Bahlil Ungkap Alasan IAS Jadi Calon Tunggal, Sekaligus Singgung Appi yang Absen
-
Cekcok Dua Anggota DPRD Riau Berujung Bentrok, Golkar Pusat Minta Maaf
-
Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok
-
Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?