Suara.com - Ditumbangkan Inggris di laga sebelumnya, Portugal mengamuk di laga persahabatan terakhir jelang gelaran Piala Eropa 2016. Menjamu Estonia di Estadio do Sport Lisboa, Portugal menang telak dengan tujuh gol tanpa balas.
Jalannya Pertandingan
Tampil penuh percaya diri di depan publik sendiri, Portugal yang mendominasi penguasaan bola menggempur pertahanan Estonia sejak peluit kick-off dibunyikan. Sejumlah peluang di dapat namun hingga menit ke-20 belum satupun yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Barulah di menit 36 upaya keras tuan rumah membuahkan hasil. Menyambut umpan terukur Quarema, Cristiano Ronaldo yang absen saat menghadapi Inggris, mengubah skor menjadi 1-0.
Tiga menit berselang, papan skor kembali berubah. Lewat tendangan chip, Quaresma yang dengan jeli melihat Londak menjauh dari sarangnya berhasil menggandakan keunggulan Portugal.
Jelang turun minum, gawang Estonia yang dikawal Londak kembali bergetar. Ronaldo mencetak gol keduanya sekaligus menutup babak pertama dengan skor 3-0.
Pesta gol Portugal berlanjut di babak kedua. 10 menit bola bergulir di babak kedua gawang Londak kembali kebobolan. Kali ini Danilo yang mencatatkan namanya di papan skor.
Gol bunuh diri pemain tim tamu, Karol Mets, di menit 61 semakin menurunkan semangat Estonia. Ditambah satu gol lagi dari Quaresma yang tanpa ragu menyambut sodoran bola terarah dari Renato di menit 77.
Tertinggal enam gol, Estonia tampak kehilangan percaya diri dan seakan tidak mampu bangkit. Alhasil, 10 menit jelang laga usai, gawang Londak kembali kemasukan.
Ederzito mengunci kemenangan Portugal menjadi 7-0 yang bertahan hingga laga usai.
Susunan Pemain:
Portugal (4-4-2): Rui Patricio; Cedric, Pepe, Fonte, Guerreiro; Joao Mario, Danilo, Moutinho, Andre Gomes; Quaresma, Ronaldo.
Cadangan: Carvalho, Eder, Vieirinha, William Carvalho, Anthony Lopes, Renato Sanches, Nani, Rafa Silva, Eliseu, Eduardo, Adrien.
Estonia (4-2-3-1): Londak; Teniste, Baranov, Klavan, Kallaste; Dmitrijev, Mets; Puri, Antonov, Kruglov; Anier.
Cadangan: amm, Liivak, Gussev, Raudsepp, Sappinen, Frolov, Vaikla, Marin, Jurgenson, Meerits, Vassiljev, Kokla.
Berita Terkait
-
Instagram Cristiano Ronaldo Diduga Menyukai Unggahan FIFA Soal 'Bantu' Argentina
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?