Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga menyurati operator Indonesia Soccer Championship, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) terkait dengan penanganan insiden pertandingan dalam turnamen tersebut.
Surat dengan nomor 737/D.IV/VIII/2016 yang langsung ditujukan kepada Direktur Utama PT GTS dan dikirimkan hari ini, dipicu oleh insiden dalam salah satu rangkaian pertandingan lanjutan Indonesia Soccer Champhionship (ISC) - B antara PSS Sleman melawan Persinga Ngawi di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta yang diwarnai kericuhan.
"Sebagaimana kita ketahui, pada tanggal 7 Agustus 2016, telah berlangsung pertandingan antara PSS Sleman melawan Persinga Ngawi yang diwarnai kericuhan, sebagai akibat dari insiden tersebut, kami mengirimkan surat pada operator," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto, dalam keterangannya, Selasa.
Saat dihubungi, Gatot menjelaskan tujuan pengiriman surat tersebut semata-mata dengan harapan agar operator ISC (PT GTS) terus melakukan evaluasi dan pembenahan bagi perbaikan kompetisi.
"Dan juga untuk menumbuhkan kepercayaan publik bagi adanya pertandingan sepakbola yang berkualitas, aman dan berlangsung secara fair play," ujar Gatot.
Dalam surat tersebut, Kemenpora menyampaikan sikapnya terhadap insiden yang terjadi di Stadio Maguwoharjo sebagai berikut: Pertama, Kemenpora menyatakan prihatin terhadap insiden tersebut dan meminta kepada PT GTS sebagai penanggungjawab kompetisi ISC untuk melakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku sesuai dengan Regulasi ISC.
Kedua, meminta PT GTS untuk bertanggungjawab terhadap insiden tersebut sesuai dengan ruang lingkup tanggungjawab yang dimilikinya tersebut dalam Regulasi ISC yang selain disebut bahwa PT GTS bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan dan pelaksanaan ISC sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya, juga disebutkan tentang kewajiban integritas klub yang berpartisipasi dalam ISC.
"Tanggungjawab klub yang berpartisipasi, terhadap tingkah laku pemain, official, personil, penonton serta setiap orang dalam tugasnya di pelaksanaan ISC dan lain sebagainya," tuturnya.
Ketiga, meminta PT GTS untuk menyampaikan laporan secara lengkap penanganan insiden tersebut kepada Menteri Pemuda dan Olahraga paling lambat tanggal 18 Agustus 2016. Permintaan ini didasarkan pada rekomendasi yang telah diterbitkan oleh Kemenpora No. 1093/MENPORA/IV/2016 tertanggal 28 April 2016 lalu.
Dalam rekomendasi tersebut, Kemenpora mensyaratkan penyelenggara turnamen untuk mematuhi: (a.) Komitmen tentang reformasi total persepakbolaan nasional; (b.) Kepatuhan terhadap UU SKN, FIFA Club Licensing Regulation, AFC Club Licensing Regulation dan PSSI Club Licensing Regulation; dan (c.) Konsisten menerapkan Good Corporate Governance pada semua level kompetisi (ISC-A, ISC-B, ISC-A U-21, Piala Nusantara dan Piala Soeratin U-17).
Keempat, Kemenpora meminta PT GTS tidak hanya mengkonsentrasikan keamanan pada kategori big match atau high risk match saja yang terjadi pada ISC-A saja, tetapi juga harus memberikan pengamanan dan pengawasan yang serupa untuk kategori apapun termasuk ISC-B.
Hal tersebut juga sekaligus mengkritisi hal yang sudah diputuskan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga pada tanggal 27 Juni 2016 bersama PT GTS terhadap tindak lanjut penyelesaian insiden kerusuhan di GBK pada tanggal 24 Juni 2016 saat berlangsung pertandingan antara Persija melawan Sriwijaya FC yang tertera dalam surat No. 170/GTS/VII/2016.
Pada butir tiga surat, disebutkan bahwa untuk menjamin kejadian serupa baik keributan maupun kerusuhan tidak terjadi lagi, GTS akan mengambil alih fungsi koordinasi keamanan terhadap pertandingan-pertandingan di ISC 2016 yang termasuk dalam kategori big match atau high risk match dengan melakukan koordinasi langsung dengan kepolisian serta klub yang bersangkutan untuk menjamin pelaksanaan pertandingan berjalan sesuai dengan aspek safety dan security pertandingan sepakbola. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026
-
Brace Deniz Undav Bawa Jerman Comeback Atas Pantai Gading dan Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Hajar Swedia 5-1, Belanda Melesat Puncaki Klasemen Sementara Grup F Piala Dunia 2026
-
Prediksi Spanyol vs Arab Saudi: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kisah Gila Dennis Dargahi: Tes DNA Hingga Ganti Nama Demi Bela Timnas Iran di Piala Dunia 2026
-
Predisi Skor Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
3 Calon Pemain Naturalisasi yang Kemungkinan Tak Dilirik John Herdman ke Timnas Indonesia
-
Dicap Terlalu Mahal, TVRI Bongkar Alasan Hak Siar FIFA Rp1,3 Triliun
-
Alasan Mengejutkan John Herdman Belum Nonton Piala Dunia 2026